BERITAINEWS MAKASSAR — Kebakaran hebat melanda kompleks Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar tadi malam dalam massa aksi demo, menyisakan pemandangan kehancuran dan duka yang mendalam. Insiden ini memicu tanggap darurat besar-besaran dari berbagai pihak, dengan fokus pada pemadaman api, evakuasi korban, dan pengamanan lokasi.
Kebakaran DPRD Makassar Api yang berkobar dahsyat di DPRD Makassar menghanguskan area parkir, merenggut puluhan kendaraan. Dari asesmen sementara, total 67 unit kendaraan ditemukan hangus terbakar. Sebagian besar adalah mobil dinas yang digunakan untuk operasional pemerintah, namun ada pula beberapa mobil pribadi milik staf atau pengunjung yang ikut menjadi korban.
Tak luput, beberapa unit sepeda motor juga ludes dilalap si jago merah. Secara terpisah, kejadian kebakaran juga terjadi di DPRD Provinsi, meskipun dengan dampak yang tidak sebesar di DPRD Makassar, hanya merusak 1 unit mobil dan 1 unit motor tanpa ada korban jiwa.
Korban dan Kerugian Dampak paling tragis dari kebakaran di DPRD Makassar adalah adanya korban jiwa dan luka-luka.
Plt Kepala BPBD Kota Makassar Fadli, menginformasikan bahwa asesmen terakhir menunjukkan total 8 korban. Dari jumlah tersebut, tiga orang ditemukan meninggal dunia, dua orang menderita luka berat, dan tiga lainnya mengalami luka sedang.
Para korban ini sebagian besar adalah pegawai di lingkungan DPRD, bahkan kemungkinan ada staf dari dinas lain yang ikut terdampak kejadian nahas ini. Selain kerugian materil berupa kendaraan yang tak terhitung nilainya, kerugian non materiil akibat trauma dan kerugian tentu jauh lebih besar.
Upaya Penanganan Sejak api pertama kali terlihat, berbagai upaya penanganan telah dilakukan secara sigap dan terkoordinasi. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar tanpa henti bekerja sesuai prosedur standar operasional (SOP), mulai dari proses pemadaman intensif hingga fase pendinginan yang terus berlanjut hingga saat ini. Tujuannya adalah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.
Sejak semalam hingga kini, tim BPBD membantu mengidentifikasi korban, melakukan evakuasi, dan memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka, “Ucap Fadli
Tiga korban meninggal dunia telah diserahkan dengan hormat kepada pihak keluarga, bahkan BPBD membantu proses hingga pengembalian jenazah ke rumah duka dan pemakaman. Sementara itu, para korban luka-luka, baik berat maupun sedang, segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Selain itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga memberikan bantuan pengamanan di lokasi kejadian untuk memastikan kelancaran seluruh proses dan menjaga situasi tetap nyaman.
Situasi Terkini Hingga saat ini, aktivitas di lokasi kebakaran masih terus berlangsung. Tim BPBD tetap melakukan pengawasan ketat, melanjutkan asesmen untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya tambahan korban serta menghitung estimasi kerugian secara menyeluruh.
Petugas Damkar juga masih setia menjalankan tugas pendinginan di kedua lokasi DPRD guna memastikan area benar-benar aman. Situasi masih dalam tahap mitigasi dan asesmen lanjutan, dengan fokus utama pada pemulihan pasca-bencana dan penyelidikan penyebab insiden ini. (*bn)