Direktur MIND ID Apresiasi Progres Hilirisasi PT Vale Pomalaa

Berita Inews
Berita Inews

BERITAINEWS, Pomalaa — Komitmen PT Vale Indonesia Tbk dalam mengembangkan proyek hilirisasi nikel di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hal tersebut mendapat apresiasi langsung dari Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID) saat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Jumat (2/1/2025).

Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menilai pengelolaan proyek hilirisasi PT Vale berjalan disiplin, terukur, dan berorientasi jangka panjang, sejalan dengan prinsip keselamatan, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan investasi.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, Tedy meninjau Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL). Ia mencatat sejumlah fasilitas utama dan infrastruktur pendukung telah terpasang, mulai dari struktur awal proses, utilitas, hingga sistem logistik terintegrasi dengan pelabuhan.

“Saya cukup surprise melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri beberapa peralatan. Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujar Tedy.

Menurutnya, proyek HPAL Pomalaa memiliki nilai strategis bagi Indonesia karena mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari sisi kesiapan peralatan dan kemitraan, proyek ini dinilai dirancang secara matang.

“PT Vale memiliki cadangan nikel limonite yang sangat besar. Dari sisi peralatan dan mitra, saya melihat persiapannya sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target,” tambahnya.

Selain progres fisik, Tedy juga mengapresiasi konsistensi PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practices) serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk pendekatan kehati-hatian dalam fase administratif.

“PT Vale dikenal konsisten menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan, termasuk penghentian sementara kegiatan saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” tegasnya.

Proyek hilirisasi IGP Pomalaa merupakan investasi strategis jangka panjang yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat rantai pasok industri nikel, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat regional dan nasional.

Seluruh tahapan pengembangan proyek dijalankan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar keselamatan dan tata kelola internasional.

Ke depan, PT Vale menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan, kepatuhan administratif, dan disiplin manajemen risiko demi membangun industri nikel nasional yang berdaya saing global dan berkelanjutan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *