BERITAINEWS MAKASSAR — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menerjunkan lebih dari 200 mahasiswa dalam kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) II di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Program ini difokuskan pada intervensi penanganan hipertensi sebagai salah satu masalah prioritas kesehatan masyarakat nasional.
Pelepasan mahasiswa PBL II berlangsung di Lapangan FKM Unhas, Senin (5/1/2026) pukul 08.30 WITA. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua pengelola: Dian Saputra Marzuki, SKM, M.Kes, Dekan: Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MSc.PH, Ph.D
Wakil Dekan: bidan Akademik Dr. Wahiduddin, SKM, M.Kes dan Kemadosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa peserta.
PBL II merupakan kelanjutan dari PBL I yang sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Soppeng. Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pemetaan masalah kesehatan, tetapi juga melaksanakan intervensi berbasis masyarakat terhadap isu yang telah diidentifikasi.
Hipertensi dipilih sebagai tema utama karena prevalensinya yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit tidak menular di Indonesia. Melalui PBL II, mahasiswa FKM Unhas akan melakukan edukasi kesehatan, penguatan perilaku hidup sehat, serta pendampingan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Salah satu perwakilan mahasiswa FKM Unhas, Nurul Hikmah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi kami untuk menerapkan ilmu kesehatan masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kecamatan Citta.
“Mahasiswa akan berperan aktif dalam memberikan edukasi dan strategi intervensi terkait hipertensi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat,” ujarnya.
Wakil Dekan I FKM Unhas, Dr. Wahiduddin, berharap kegiatan PBL II dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., dalam keterangan terpisah menegaskan bahwa PBL merupakan bagian penting dari proses pendidikan berbasis pengalaman lapangan.
Ia menekankan agar mahasiswa mampu mengaplikasikan teori ke dalam praktik, meningkatkan keterampilan profesional, serta membangun empati dan kepedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat. “Diharapkan kehadiran mahasiswa dapat memberi dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya. (bas)