Legislator DPRD Makassar Nasir Rurung Serap Aspirasi, Warga Karuwisi Keluhkan Drainase Rusak dan Banjir

BERITAINEWS, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar Daerah Pemilihan Panakkukang–Manggala  Nasiri Rurung menggelar Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (11/2/2026), di Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, warga Kelurahan Karuwisi, serta pemangku kepentingan wilayah, termasuk Bhabinkamtibmas Kelurahan Karuwisi.

Bacaan Lainnya

Dalam forum reses, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, dengan persoalan banjir dan drainase menjadi keluhan utama yang dirasakan selama beberapa tahun terakhir, khususnya saat musim hujan.

Salah seorang perwakilan warga yang juga Ketua RW 1 Kelurahan Karuwisi, Mucksin, menyampaikan bahwa kondisi drainase dan kanal di wilayahnya sudah tidak berfungsi optimal.

“Drainase di sini sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kanal mengalami pendangkalan dan sedimentasi, sehingga hujan sedikit saja sudah menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah titik,” ujar Mucksin.

Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.

Selain persoalan banjir, Mucksin juga mengusulkan adanya pembinaan dan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) bagi warga setempat.

“Banyak warga yang mengembangkan UMKM, namun tidak berkembang karena kurangnya pembinaan dan pendampingan lanjutan. Kami berharap ada program yang bisa membantu UMKM warga,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Makassar dari Komisi A, Muhammad Nasir Rurung, mengatakan perlu dilakukan pengecekan untuk memastikan apakah permasalahan saluran air disebabkan oleh kerusakan fisik atau hanya akibat sedimentasi.

“Kita harus identifikasi dulu, apakah got dan drainase ini rusak atau hanya tersumbat karena pendangkalan. Kalau hanya sedimentasi, bisa segera dikoordinasikan dengan satgas kebersihan di kecamatan dan kelurahan,” ujar Muhammad Nasir Rurung.

Ia menambahkan, jika ditemukan kerusakan infrastruktur, maka hal tersebut akan dicampaikan sebagai usulan resmi dalam program pembangunan.

“Kalau memang sudah rusak, itu akan kami masukkan sebagai usulan infrastruktur. Namun pengusulan harus jelas, mulai dari RT, RW, ke kelurahan, lalu ke kecamatan,” jelasnya.

Selain itu, Muhammad Nasir Rurung juga menyoroti pentingnya pengadaan CCTV di setiap kelurahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan lingkungan.

“Kehadiran CCTV sangat penting untuk membantu memantau situasi wilayah dan mencegah potensi tindak kejahatan. Ini juga menjadi perhatian kami di Komisi A,” tegasnya.

Ia berharap pihak kelurahan dan kecamatan dapat berkoordinasi untuk mengajukan proposal pengadaan CCTV kepada pemerintah kota.

“Kami akan terus mendorong agar aspirasi warga, baik terkait banjir, UMKM, maupun keamanan lingkungan, dapat segera ditindaklanjuti demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *