BERITAINEWS, JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU menjadwalkan pemeriksaan pendahuluan terhadap NTT Docomo pada 9 Maret 2026 di Kantor Pusat KPPU, Jakarta.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendengarkan Laporan Dugaan Pelanggaran atau LDP yang disampaikan investigator KPPU terkait dugaan keterlambatan pemberitahuan akuisisi perusahaan riset pasar Intage Holdings.
Sebelumnya, sidang pertama sebenarnya telah digelar pada 24 Februari 2026. Namun, sidang tersebut terpaksa ditunda karena pihak NTT Docomo tidak menghadiri persidangan.
Perkara ini berkaitan dengan pengambilalihan mayoritas saham Intage Holdings oleh NTT Docomo yang dilakukan pada Oktober 2023.
KPPU menilai transaksi tersebut wajib dilaporkan karena kedua perusahaan memiliki aktivitas usaha, baik secara langsung maupun tidak langsung di Indonesia.
NTT Docomo sendiri merupakan operator seluler utama di Jepang dan anak perusahaan dari grup telekomunikasi besar Nippon Telegraph and Telephone atau NTT.
Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu pemain utama industri telekomunikasi di Jepang dengan basis pelanggan yang luas serta berbagai layanan digital.
Sementara itu, Intage Holdings bergerak di bidang riset pasar dan data analytics dengan infrastruktur riset konsumen yang kuat di Jepang.
Karena perkara ini melibatkan perusahaan besar dari Jepang, KPPU juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada otoritas persaingan usaha Jepang, yakni Japan Fair Trade Commission melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo.
Pemeriksaan terhadap NTT Docomo akan dipimpin Ketua Majelis Mohammad Reza bersama anggota majelis Hilman Pujana dan Eugenia Mardanugraha.
Sidang akan beragenda mendengarkan LDP dari investigator serta melakukan pemeriksaan terhadap alat bukti yang dimiliki.
“Kami akan mendengarkan laporan dugaan pelanggaran dari investigator serta menelaah alat bukti yang diajukan dalam proses persidangan,” ujar Ketua Majelis Mohammad Reza.
Adapun masa pemeriksaan pendahuluan perkara ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari kerja sejak 24 Februari 2026.(*)







