BERITAINEWS GOWA — Antusiasme masyarakat Kabupaten Gowa dalam mengantar keluarga menunaikan ibadah haji tahun ini terlihat begitu tinggi. Ribuan warga memadati lokasi pelepasan jamaah, menciptakan suasana haru sekaligus penuh kebanggaan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, H. Alim Bahri, mengaku terkesan dengan semangat masyarakat yang dinilai mencerminkan tingkat religiositas yang kuat.
“Tingginya antusiasme ini menunjukkan bahwa religiusitas masyarakat Gowa luar biasa,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Tahun ini, jumlah jamaah haji asal Gowa mencapai 1.452 orang yang terbagi dalam 10 kelompok terbang (kloter). Pada hari ini, jamaah yang diberangkatkan masuk dalam kloter 5.
Menariknya, profil jamaah cukup beragam. Mayoritas berasal dari kalangan petani, dengan rentang usia yang bervariasi. Jamaah termuda tercatat berusia 17 tahun, yakni Sunarti, sementara jamaah tertua bernama Bundu Mala berusia 94 tahun.
Meski sebagian jamaah masuk kategori lanjut usia (lansia), kondisi fisik mereka dinilai masih cukup prima. “Secara objektif, mereka masih segar dan bugar, meskipun secara usia tergolong rentan,” kata Alim Bahri.
Dari sisi komposisi, jamaah perempuan mendominasi jumlah keberangkatan tahun ini. Hal ini disebut sebagai bagian dari budaya lokal, di mana suami cenderung memberikan kesempatan lebih dulu kepada istri untuk menunaikan ibadah haji.
Para jamaah yang berangkat tahun ini diketahui telah menunggu sekitar 15 tahun, sejak mendaftar pada periode Mei hingga Oktober 2011. Dalam prosesnya, terdapat pula jamaah pengganti akibat peserta sebelumnya meninggal dunia atau mengalami kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk berangkat.
Pemerintah Kabupaten Gowa, lanjut Alim, memberikan dukungan penuh terhadap proses pemberangkatan. Tradisi pelepasan jamaah haji bahkan telah menjadi agenda tahunan yang sarat nilai budaya dan emosional bagi masyarakat.
“Kita berharap seperti tahun lalu, seluruh jamaah berangkat dalam keadaan sehat dan kembali ke tanah air juga dalam kondisi utuh,” harapnya.
Terkait kondisi cuaca di Tanah Suci, ia menyebutkan bahwa tahun ini relatif lebih bersahabat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau jamaah untuk menjaga pola hidup sehat guna menghindari risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya.
Kementerian juga memberikan perhatian khusus kepada jamaah lansia melalui pemantauan kesehatan secara berkala serta edukasi sebelum keberangkatan. (Bas)