BERITAINEWS MAKASSAR — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar secara gencar mendorong digitalisasi sistem parkir di bawah payung Perumda Parkir Makassar Raya, dengan fokus utama pada transaksi non-tunai. Rabu 19 November 2025.
Langkah ini ditegaskan langsung oleh Kepala Bapenda Makassar, Andi Asminullah, yang juga menjabat sebagai Pengawas Perumda Parkir Makassar Raya, sebagai bentuk komitmen kuat terhadap modernisasi layanan publik.
Andi Asminullah menyatakan bahwa inisiatif digitalisasi parkir ini bukan hanya sekedar peningkatan efisiensi, tetapi juga merupakan komponen krusial dari “Program Akselerasi Digitalisasi” yang lebih luas. Program ini, selanjutnya, mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia, khususnya Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, yang secara aktif terlibat dalam penelitian dan implementasinya.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan program parkir digital ini sukses. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari visi Makassar sebagai kota cerdas yang efisien dan transparan,” ujar Andi Asminullah. Ia menambahkan bahwa digitalisasi parkir akan membawa banyak manfaat, mulai dari peningkatan kenyamanan bagi pengguna hingga optimalisasi pendapatan pendapatan daerah.
Dalam upaya mewujudkan ekosistem nir-tunai yang komprehensif, Bapenda Makassar juga menggandeng sejumlah mitra perbankan nasional. Bank Sulselbar, Bank BTN, dan Bank Mandiri telah menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi, menyediakan infrastruktur dan layanan yang mendukung transaksi non-tunai di seluruh titik parkir Perumda Parkir.
Kerja sama lintas sektor ini menandai adanya upaya terpadu untuk membawa Makassar menuju kota cerdas dengan sistem pembayaran yang lebih modern dan aman.
“Dengan transaksi non-tunai, potensi kebocoran pendapatan bisa diminimalkan secara signifikan, sekaligus memberikan data yang akurat untuk perencanaan dan pengembangan kota ke depan. Ini juga akan memudahkan masyarakat dan mengurangi risiko transaksi tunai,” tegas Andi Asminullah.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat Makassar untuk beralih ke pembayaran digital, sejalan dengan visi pemerintah kota untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini akan menjadi tidak penting dalam upaya Makassar menjadi kota digital yang inovatif dan terdepan di Indonesia Timur. (*)