Chaidir Syam Gandeng PERJOSI, Maros Perkuat Wisata dan Keterbukaan Informasi

BERITAINEWS MAROS —Pemerintah Kabupaten Maros terus memperkuat pembangunan daerah melalui peningkatan pelayanan publik, pengembangan sektor pariwisata, serta keterbukaan informasi. Komitmen tersebut diperkuat lewat sinergi antara Bupati Maros Chaidir Syam dan Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI).

Bacaan Lainnya

Kesepakatan itu mengemuka saat Ketua Umum PERJOSI, Salim Djati Mamma, melakukan audiensi dengan Bupati Maros Chaidir Syam di ruang kerja bupati, Senin (13/7/2026). Sebelum bertemu bupati, Salim juga bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Maros, Multazam Mansyur, membahas pentingnya kemitraan pemerintah dan insan pers dalam memperluas akses informasi kepada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat membangun kolaborasi untuk menyebarluaskan informasi pembangunan melalui jaringan media anggota PERJOSI, program dialog Lensa Bung Salim, 55 TV, serta berbagai platform media digital.

Bupati Chaidir Syam menegaskan, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dari pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui berbagai kebijakan, program, hingga capaian pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.

Chaidir juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Maros yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, penguatan pendidikan, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di sektor kesehatan, pemerintah terus mengakselerasi penanganan stunting, menghadirkan layanan ambulans gratis, memperkuat fasilitas kesehatan, serta menempatkan satu perawat dan satu bidan di setiap desa agar pelayanan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Pemkab Maros menghadirkan stasiun air bersih gratis di wilayah yang rawan kekeringan, sekaligus mempercepat pembangunan jembatan dan infrastruktur penghubung guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Pada bidang pendidikan, pemerintah memperluas bantuan bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi, mengembangkan Program Sekolah Kolong di wilayah terpencil, serta mendukung pelaksanaan program makan bergizi sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia.

Selain pelayanan dasar, Chaidir menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Potensi wisata unggulan seperti Rammang-Rammang, Bantimurung, Leang-Leang, Pantai Kuri, Pattunuang, hingga desa-desa wisata terus dikembangkan melalui peningkatan infrastruktur, promosi, dan pemberdayaan masyarakat.

Keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di wilayah Maros juga menjadi keunggulan strategis dalam mendukung akses wisatawan menuju berbagai destinasi di Sulawesi Selatan.

Ketua Umum PERJOSI, Salim Djati Mamma, menegaskan media memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Pers yang profesional tidak hanya hadir ketika ada persoalan, tetapi juga bertanggung jawab menyampaikan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Informasi publik yang terbuka akan memperkuat kepercayaan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya.

Salim menambahkan, kemitraan tersebut tidak akan mengurangi independensi pers. PERJOSI tetap menjalankan fungsi jurnalistik sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan verifikasi, keberimbangan, serta prinsip cover both sides.

Melalui kolaborasi ini, PERJOSI akan mendukung publikasi berbagai inovasi pelayanan publik, potensi investasi, dan destinasi wisata Kabupaten Maros agar semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.

Sinergi antara Pemkab Maros dan PERJOSI diharapkan menjadi model kemitraan yang sehat antara pemerintah dan media dalam memperkuat transparansi, meningkatkan akses informasi publik, serta mendorong partisipasi masyarakat mengawal pembangunan.

Dengan berbagai program prioritas yang terus berjalan, Kabupaten Maros semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang siap menjadi pusat pelayanan publik, investasi, dan pariwisata di Sulawesi Selatan. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *