BERITAINEWS, SURABAYA – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) mendukung percepatan modernisasi pelabuhan dengan mengawal kedatangan alat bongkar muat modern di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Belawan hingga Juli 2026.
Peralatan yang didatangkan meliputi empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) untuk PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), serta dua unit QCC dan empat unit RTG untuk PT Prima Multi Terminal (PMT) Belawan.
Kehadiran alat tersebut menjadi bagian dari langkah Pelindo Group dalam meningkatkan kapasitas terminal, produktivitas operasional, dan kualitas layanan kepelabuhanan guna mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Dalam proses distribusi melalui jalur laut, Pelindo Marine bertugas memastikan kegiatan penundaan dan penyandaran kapal pengangkut alat berat berjalan aman, tepat waktu, serta sesuai standar keselamatan operasional.
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, mengatakan keberhasilan penyandaran alat di Belawan dan Tanjung Perak didukung kesiapan armada kapal tunda serta personel yang berpengalaman.
“Selain didukung armada yang andal, kami juga memastikan kompetensi personel untuk menjamin kelancaran operasional serta menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, andal, dan tepat waktu,” ujar Elvin Syah Putra pada Rabu 29/7/2026).
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesia National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto, menilai peningkatan kapasitas pelabuhan melalui pembaruan fasilitas dan peralatan menjadi kebutuhan penting untuk mengimbangi pertumbuhan arus barang nasional.
“Dukungan infrastruktur, peralatan, dan sistem operasi pelabuhan harus terus diperbarui agar distribusi logistik nasional lebih optimal,” kata Carmelita Hartoto.
Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, Wahyudi, menjelaskan penambahan QCC dan RTG di Belawan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas terminal sekaligus mempercepat pelayanan kapal dan peti kemas.
Sementara itu, Direktur Teknik PT Terminal Petikemas Surabaya, Topo Sapto Nugroho, mengatakan modernisasi peralatan juga dibarengi dengan optimalisasi aset, termasuk relokasi dua unit QCC ke Terminal Petikemas Berlian guna memperkuat kapasitas layanan menghadapi pertumbuhan arus peti kemas.
Pelindo Marine bersama operator terminal di Tanjung Perak dan Belawan juga bersiap mendukung kedatangan bertahap sebanyak 39 unit alat bongkar muat baru. Langkah ini diharapkan semakin meningkatkan efisiensi logistik nasional sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat regional maupun global.(**)







