BERITAINEWS, MAKASSAR – Pengurus Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) PAC Kota Makassar periode 2026–2031 resmi dilantik di Ruang Pola Sipakalebbi Balai Kota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kamis (14/5/2026).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPD FPPI Sulawesi Selatan, Andi Nurhidayati, disaksikan jajaran pengurus dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Andi Nurhidayati menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dan lintas partai dalam memperjuangkan kesejahteraan perempuan.
“Di FPPI ini kita tidak melihat suku dan ras. Semua bersatu memperhatikan kesejahteraan perempuan dan laki-laki, baik di ranah sosial, budaya, ekonomi, pendidikan maupun pemerintahan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak hanya soal status sosial, tetapi juga penguatan ekonomi, termasuk mendorong pelaku UMKM agar lebih mandiri dan berdaya saing.
“Kita harus memberikan ruang-ruang yang lebih baik kepada kaum perempuan. Bukan hanya berdaya secara sosial, tetapi juga kuat secara ekonomi,” tegasnya.
Andi Nurhidayati mengajak seluruh organisasi perempuan di Makassar untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling bergandengan tangan mendukung program pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua DPC FPPI Kota Makassar, Dwiana Pamuji Astutik, menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam berbagai program strategis.
“Insya Allah kita akan berkolaborasi dengan program-program yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kota Makassar,” kata Dwiana.
Ia menyebutkan, dalam waktu dekat FPPI Makassar akan bekerja sama dengan PMI dan sejumlah pihak untuk menggelar kegiatan sosial rutin, termasuk program penanganan stunting.
Tak hanya itu, FPPI Makassar juga berkomitmen hadir sebagai jembatan dan pemberi solusi atas persoalan perempuan dan anak, termasuk tingginya angka kekerasan terhadap perempuan.
“Kita sangat peduli terhadap kekerasan terhadap perempuan dan akan berkolaborasi dengan Dinas DP3A untuk bersama-sama mengatasinya,” ujarnya.
Dwiana berharap kepengurusan baru ini mampu membawa FPPI Makassar semakin aktif, solid, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan perempuan yang mandiri, cerdas, dan berdaya di Kota Makassar.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, FPPI Makassar optimistis dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarga di daerah ini.(*)







