BERITAINEWS, MAKASSAR – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Unit Samarinda menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya keselamatan operasional guna mendukung layanan pemanduan dan penundaan kapal yang aman dan andal di wilayah Sungai Mahakam dan sekitarnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Prasetyadi, dalam kegiatan Arahan Strategis Keselamatan Pemanduan, Triase dan Transformasi yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut diikuti para perwira pandu dan jajaran manajemen, termasuk Direktur Operasi dan Teknik PJM Edward D. P. Napitupulu, Senior Vice President Pelayanan Kapal PJM, SVP K3 PJM, Senior Manager Wilayah 4 PJM, serta General Manager Regional 4 Cabang Balikpapan.
Prasetyadi menegaskan bahwa keselamatan menjadi fondasi utama dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional.
“Service excellence dan keselamatan kerja bukanlah dua hal yang dapat dipisahkan. Keduanya harus ditopang oleh kompetensi, profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap prosedur,” kata Prasetyadi, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan harus berjalan seiring dengan penguatan budaya keselamatan di seluruh lini operasional.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif di wilayah kerja Samarinda. Melalui penguatan mitigasi risiko, khususnya pada area pengolongan Jembatan Mahakam, jumlah insiden property damage berhasil ditekan hingga 75 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian itu dinilai menjadi bukti bahwa disiplin operasional, pengawasan yang konsisten, dan kepatuhan terhadap prosedur mampu meningkatkan keselamatan kerja secara signifikan.
Sebagai wilayah dengan aktivitas pelayaran yang tinggi, PJM Samarinda terus melakukan identifikasi risiko, safety briefing, evaluasi insiden maupun near miss, serta memperkuat koordinasi antarunsur operasional.
Selain itu, perusahaan juga mendorong pemanfaatan teknologi berupa sensor dan sistem telemetri untuk memantau aktivitas operasional secara real time guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Direktur Operasi dan Teknik PJM, Edward D. P. Napitupulu, menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, disiplin terhadap prosedur, dan komitmen seluruh insan operasional, kami optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan serta mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui perairan Samarinda,” ujar Edward.
Penerapan budaya keselamatan yang konsisten diharapkan mampu mendukung target Pelindo dalam menghadirkan layanan maritim yang aman, andal, dan berkelas dunia, sekaligus meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan pemanduan dan penundaan kapal yang dikelola PJM.(*)







