Rudianto Lallo: Polri dan Masyarakat Tak Bisa Dipisahkan

BERITAINEWS MAKASSAR —Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menegaskan bahwa Polri dan masyarakat merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikannya saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Rumah Aspirasi Anak Rakyat, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kepolisian, Karo ops Polda Sulsel, Kapolres Tabes Makassar, Kapolres Pelabuhan, Kapolres Maros, Kapolres Takalar dan tokoh masyarakat, imam masjid, guru mengaji, serta ratusan warga penerima bantuan sosial dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Rudianto mengatakan peringatan HUT Bhayangkara menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Semata-mata kami ingin menunjukkan bahwa Polri dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Polisi hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rudianto, keberadaan Polri sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat untuk melihat peran polisi secara utuh sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum.

“Bayangkan jika satu hari saja tidak ada polisi. Ketika ada kehilangan atau persoalan hukum, tentu yang pertama dicari adalah polisi. Karena itu, Polri harus selalu dekat dengan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi, diskusi, serta kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat agar kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat.

“Kami ingin bersinergi bersama agar institusi Polri semakin dicintai masyarakat. Polri hadir untuk masyarakat dan masyarakat juga harus hadir mendukung Polri,” tuturnya.

Rudianto juga menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pendidik.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Peran imam masjid, guru mengaji, dan para tokoh masyarakat sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan. Semakin baik nilai yang ditanamkan kepada masyarakat, maka angka kriminalitas juga akan semakin menurun,” jelasnya.

Sebagai mitra kerja Polri di DPR RI, Rudianto menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan institusi kepolisian, termasuk dalam pembahasan berbagai regulasi di parlemen.

Ia menyebut Komisi III DPR RI turut memperjuangkan kewenangan Polri dalam pembahasan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), serta mendukung kebijakan peningkatan usia pensiun anggota Polri menjadi setara dengan aparatur sipil negara.

“Kami di Komisi III akan terus memperjuangkan hal-hal yang menjadi kepentingan Polri agar institusi ini semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Rudianto mengutip sebuah pepatah Bugis-Makassar yang mengandung pesan persatuan dan kebersamaan.

“Bila kita berpapasan, jangan kita saling berjauhan. Saya berharap hubungan kita terus terjalin erat demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kemajuan bangsa,” pungkasnya. (Bas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *