BERITAINEWS MAKASSAR —Upaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) di Kota Makassar terus dikembangkan melalui berbagai pendekatan inovatif. Salah satunya melalui BELATI (Beranda Lansia Produktif), sebuah inovasi yang mendorong lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan memiliki ruang untuk berinteraksi serta mengembangkan potensi dirinya.
Inovasi BELATI dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan lansia yang tidak hanya membutuhkan perhatian dari sisi kesehatan, tetapi juga membutuhkan ruang untuk beraktivitas, bersosialisasi, meningkatkan keterampilan, serta tetap berperan di tengah keluarga dan masyarakat. Kamis, (09//5/24)
BKKBN sendiri menempatkan Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wadah bagi keluarga yang memiliki lansia dan lansia itu sendiri untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan sehingga kualitas hidup lansia dapat terus ditingkatkan.
Dari Pembinaan Menjadi Pemberdayaan
BELATI tidak hanya memandang lansia sebagai kelompok yang perlu mendapatkan pelayanan, tetapi juga sebagai potensi yang dapat diberdayakan.
Melalui kegiatan BELATI, lansia diberikan ruang untuk mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, diskusi, aktivitas sosial, peningkatan keterampilan dan kegiatan produktif sesuai dengan kemampuan serta potensi masing-masing.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Lansia Tangguh yang dikembangkan BKKBN, yaitu lansia yang sehat secara fisik, sosial dan mental, serta tetap aktif, produktif dan mandiri.
Berangkat dari Permasalahan di Lapangan
Gagasan BELATI lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pembinaan lansia yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. (*)







