BERITAINEWS, JAKARTA – Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, meluncurkan GrabAcademy sebagai wadah pengembangan keterampilan bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant. Program ini dirancang untuk membuka lebih banyak peluang bagi mitra dalam meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan usaha, hingga menjajaki sumber penghasilan baru.
GrabAcademy sebelumnya telah hadir sejak 2018 sebagai pusat pembelajaran dasar bagi Mitra Pengemudi. Kini, program tersebut diperluas melalui konsep “Mitra Naik Kelas” yang menawarkan berbagai jalur pengembangan sesuai kemampuan dan aspirasi masing-masing.
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi. Dari jumlah itu, lebih dari 204 ribu mitra telah menyelesaikan seluruh modul pembelajaran wajib yang tersedia.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan semangat kemerdekaan menjadi pengingat bahwa setiap orang, termasuk Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant, perlu memiliki kesempatan untuk terus tumbuh dan berkembang.
“GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap Mitra Pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya,” ujar Neneng pada minggu (23/8) 2026).
Menurutnya, Grab ingin membuka peluang yang lebih luas bagi mitra untuk belajar, mencoba bidang baru, serta memanfaatkan ekosistem yang tersedia untuk membangun penghidupan yang semakin beragam.
Program Mitra Naik Kelas menyediakan lima jalur pengembangan, yakni Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Beasiswa Mitra, Mitra Kreator, dan Mitra Instruktur. Salah satunya memberi kesempatan bagi Mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar melalui sejumlah skema yang tersedia.
Hingga 13 Juli 2026, tercatat sebanyak 6.598 Mitra Pengemudi telah bertransisi dari layanan roda dua ke roda empat. Sementara sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi juga tercatat telah beralih dan mengembangkan usaha sebagai Mitra Merchant.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengapresiasi hadirnya GrabAcademy sebagai bentuk kolaborasi untuk memperluas kesempatan pengembangan kapasitas bagi para mitra.
“Kami mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk memperkuat kapasitas diri dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Selain pengembangan usaha, GrabAcademy juga membuka akses pendidikan tinggi melalui program Beasiswa Mitra. Sebanyak 4.732 mitra dan anak mitra mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka dan BenihBaik.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, menilai kolaborasi tersebut dapat memperluas akses pendidikan tinggi tanpa memaksa mitra memilih antara bekerja atau melanjutkan studi.
“Dengan sistem pembelajaran terbuka, fleksibel, dan berbasis teknologi, para mitra tidak harus memilih antara bekerja dan melanjutkan pendidikan. Mereka dapat menjalankan keduanya secara beriringan,” ujarnya.
GrabAcademy juga menyediakan program pembelajaran bagi Mitra Merchant, mulai dari kelas daring, pelatihan tatap muka, materi belajar mandiri, hingga pelatihan kolaboratif bersama pemerintah daerah dan komunitas UMKM.
Neneng menegaskan, konsep naik kelas tidak berarti setiap mitra harus mengikuti jalur yang sama. Setiap orang, kata dia, perlu memiliki pilihan yang lebih luas untuk menentukan arah pengembangan diri dan sumber penghasilannya.
“GrabAcademy lahir dari aspirasi para mitra yang ingin terus belajar dan berkembang. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang praktis dan relevan agar mereka dapat meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan menjajaki peluang baru sesuai aspirasi masing-masing,” tutup Neneng.(**)







