BERITAINEWS MAKASSAR —Pasca dilantik sebagai Camat Manggala, Ahmad menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh program kerja sesuai arahan Wali Kota Makassar, dengan menitikberatkan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Ahmad menyampaikan, posisi camat bukan sekadar jabatan administratif, melainkan pelayan masyarakat yang harus hadir dan bekerja nyata di lapangan.
“Insya Allah kita meneruskan programnya Pak Wali Kota yang sekarang digalakkan. Kita ini sebagai camat, sebagai pelayan, bukan sekadar dipajang begitu saja, tapi benar-benar melayani masyarakat,” ujar Ahmad. Jumat, 6 Februari 2026.
Salah satu persoalan utama yang langsung menjadi perhatian Camat Manggala adalah polemik sampah. Ia menegaskan bahwa penanganan kebersihan telah menjadi arahan langsung dari Wali Kota Makassar.
“Yang paling utama itu sampah. Arahan Pak Wali jelas, kawasan Manggala itu harus diperbaiki semua, terutama masalah sampah,” tegasnya.
Selain sampah, drainase dan kebersihan saluran air juga masuk prioritas, terutama di tengah musim hujan yang rawan memicu banjir.
“Musim hujan ini kita perbaiki seluruh rangkuti dan drainase yang berpotensi berdampak banjir,” jelas Ahmad.
Terkait penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar fasilitas umum (fasum), Ahmad menyatakan pihaknya akan bersikap tegas namun tetap manusiawi.
“Kita lihat dulu kondisi di lapangan. PKL itu juga harus diberikan ruang, jangan sampai digusur tanpa solusi,” katanya.
Masalah lain yang selama ini menjadi keluhan warga Manggala, yakni sapi yang berkeliaran dan menggunakan badan jalan, juga telah disiapkan solusinya.
“Memang ada lokasi khusus. Akan dibuatkan jalur di belakang supaya tidak mengganggu pengguna jalan, apalagi sore hari,” ungkapnya.
Untuk 100 hari kerja pertama, Camat Manggala menargetkan pembenahan drainase, pembersihan lingkungan, serta penataan taman-taman yang dinilai belum tertata dengan baik di wilayah Manggala.
Ia juga menegaskan akan memperkuat koordinasi bersama para lurah melalui pertemuan rutin dalam waktu dekat.
“Kita akan kumpulkan lurah-lurah. Kalau saya, tujuh hari kerja penuh. Saya lebih banyak turun ke lapangan daripada duduk di belakang meja,” tegas Ahmad.
Menurutnya, kerja nyata di lapangan menjadi prinsip utama kepemimpinannya ke depan.
“Saya tidak mau hanya bicara. Saya harus turun langsung, cek di lapangan, dan melihat kondisi sebenarnya,” pungkasnya. (Bas)







