BERITAINEWS, MAKASSAR – Grab Indonesia mengumumkan 100 mitra pengemudi berprestasi sebagai penerima Program BERKAH atau Berangkat Umrah pascah Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Pengumuman tersebut melengkapi lima mitra pengemudi yang sebelumnya telah menerima apresiasi serupa pada Ramadan 2026.
Dengan demikian, total sebanyak 105 mitra pengemudi dari berbagai kota di Indonesia akan menjalankan ibadah umrah melalui program bertajuk Perjalanan Bermakna.
Program BERKAH merupakan bagian dari inisiatif “Grab untuk Indonesia: Dukungan untuk Mitra Pengemudi dalam 3 Babak” yang diluncurkan sejak awal 2026.
Inisiatif dengan nilai lebih dari Rp100 miliar itu dibagi dalam tiga pilar, yakni Babak 1 Menjaga Rasa Aman melalui akses BPJS Ketenagakerjaan gratis, Babak 2 Memberi Makna melalui Bonus Hari Raya dan Program BERKAH, serta Babak 3 Melangkah Bersama melalui GrabAcademy.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan program BERKAH menjadi bentuk apresiasi yang tidak hanya bernilai finansial, tetapi juga menyentuh sisi spiritual para mitra pengemudi.
“Program BERKAH adalah cara kami untuk mengapresiasi perjalanan para mitra pengemudi yang setiap hari membawa nilai kebaikan dalam setiap interaksi,” ujar Neneng Goenadi dalam keterangan persnya Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, Grab ingin menghadirkan tanda kasih sebagai bentuk terima kasih kepada mitra pengemudi yang dinilai berprestasi sekaligus menginspirasi sesama.
Neneng menambahkan, program tersebut masih berada dalam pilar yang sama dengan Bonus Hari Raya atau BHR, yakni Babak 2: Memberi Makna.
“Kami ingin memastikan apresiasi kepada mitra pengemudi terus berlanjut dalam bentuk yang relevan dengan kebutuhan dan momentum hidup mereka,” katanya.
Program BERKAH dilaksanakan melalui kompetisi yang berlangsung mulai 1 April hingga 15 Mei 2026 dan diikuti mitra pengemudi roda dua maupun roda empat dari berbagai daerah di Indonesia.
Peserta berasal dari empat klaster kota, mulai dari Jabodetabek, kota besar seperti Surabaya, Bandung, dan Makassar, hingga kota operasional lainnya seperti Kupang, Sorong, dan Manokwari.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, di antaranya jumlah order, jam online, hari online, dan tingkat penyelesaian order, dengan jumlah order tertinggi menjadi indikator utama.
Sistem klaster diterapkan agar mitra pengemudi dari kota besar maupun kecil memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan paket umrah sesuai kondisi operasional di masing-masing daerah.(*)







