Harga Minyak Kita di Makassar Tembus Rp22 Ribu per Liter, Pedagang Sebut Suplai Terbatas

BERITAINEWS MAKASSAR —Harga minyak goreng kemasan merek Minyak Kita di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan signifikan dan kini jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan ketentuan pemerintah, HET untuk Minyak Kita ukuran satu liter berada pada angka Rp15.700 per kemasan. Namun, di lapangan harga jual minyak goreng program pemerintah tersebut telah mencapai Rp22.000 per liter.

Kenaikan harga terpantau di Pasar Terong, Makassar. Dalam beberapa hari terakhir, harga Minyak Kita tercatat telah mengalami tiga kali kenaikan bertahap. Dari sebelumnya dijual Rp18.000 per liter, kemudian naik menjadi Rp20.000, dan kini mencapai Rp22.000 per liter.

Pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga jual karena harga pembelian dari distributor juga mengalami kenaikan. Selain itu, pasokan yang masuk ke pasar disebut masih tersedia, namun jumlahnya terbatas dibandingkan kebutuhan.

Salah seorang pedagang di Pasar Terong, Abrar, mengatakan harga pembelian Minyak Kita dari distributor saat ini mencapai Rp21.000 per liter. Dengan kondisi tersebut, pedagang hanya mengambil keuntungan sekitar Rp1.000 per kemasan.

“Suplai tetap ada, tetapi jumlahnya kurang. Harga dari distributor juga naik, jadi kami terpaksa menaikkan harga jual. Sekarang kami jual Rp22.000 per liter, sementara modalnya sudah Rp21.000,” ujar Abrar, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut sering memicu keluhan dari konsumen yang mempertanyakan tingginya harga Minyak Kita dibandingkan HET yang ditetapkan pemerintah.

“Banyak pembeli yang protes karena mereka tahu HET-nya Rp15.700. Tapi kami jelaskan bahwa kami juga membeli dengan harga mahal dari pemasok. Tidak mungkin kami menjual sesuai HET kalau harga modalnya sudah tinggi,” katanya.

Abrar menjelaskan, pasokan Minyak Kita diperoleh dari distributor yang datang menggunakan kendaraan pengangkut barang. Dalam satu karton berisi 12 kemasan satu liter, harga pembelian mencapai lebih dari Rp200 ribu per karton.

Selain Minyak Kita, sejumlah minyak goreng kemasan merek lain juga mengalami kenaikan harga. Namun berbeda dengan minyak goreng kemasan, harga minyak goreng curah justru mengalami penurunan meski tidak terlalu signifikan.

Pedagang berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan distribusi dan stabilisasi harga agar pasokan kembali normal serta harga Minyak Kita dapat dijual sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Kenaikan harga Minyak Kita yang terus terjadi dikhawatirkan semakin membebani masyarakat, terutama kalangan rumah tangga yang mengandalkan minyak goreng subsidi pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *