Indonesia AirAsia Buka 4 Rute Baru dari Makassar Mulai 7 Maret 2026, Perkuat Virtual Hub Indonesia Timur

BERITAINEWS MAKASSAR —Maskapai berbiaya hemat terbaik versi Skytrax, Indonesia AirAsia, terus memperkuat konektivitas domestik dan internasional dengan mengoptimalkan Makassar sebagai salah satu virtual hub strategis di Kawasan Timur Indonesia.

Bacaan Lainnya

Mulai 7 Maret 2026, Indonesia AirAsia resmi mengoperasikan empat rute domestik baru dari Makassar yakni Surabaya, Kendari, Palu, dan Luwuk dengan total delapan frekuensi penerbangan setiap hari. Khusus rute Surabaya–Makassar akan dilayani hingga tiga kali penerbangan per hari, sekaligus menghadirkan konektivitas lanjutan (fly-thru) ke sejumlah kota tujuan.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Swiss-Belhotel Makassar, Senin (23/2/2026).

Head of Indonesia Affairs and Policy Indonesia AirAsia, Edi Krismeidi, menjelaskan pembukaan rute ini didasari pertimbangan potensi pasar Sulawesi yang dinilai masih sangat besar dan belum tergarap optimal.

“Pertimbangan utama kami karena pasar Sulawesi memiliki potensi besar. Ini langkah serius untuk membantu membuka pasar di Sulawesi khususnya dan Indonesia Timur pada umumnya,” ujarnya.

Dengan pengoperasian ini, Makassar diproyeksikan menjadi titik konektivitas utama di Indonesia Timur, menghubungkan wilayah intra-Sulawesi hingga koneksi internasional seperti rute Makassar–Kuala Lumpur.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Eko Tri Gandeguai, menyambut positif ekspansi tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan AirAsia menjadikan Makassar sebagai basis pengembangan rute domestik setelah sebelumnya melayani rute internasional Makassar–Kuala Lumpur.

“Ini hal luar biasa. Dalam satu hari langsung delapan frekuensi dengan empat rute. Makassar memang termasuk top ranking rute seperti Jakarta, Surabaya, Kendari, dan Timika,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran rute baru ini diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dari sisi harga tiket yang lebih kompetitif serta kemudahan konektivitas antarwilayah.

Selain penumpang, potensi kargo juga menjadi perhatian. Dengan skema koneksi lanjutan, distribusi barang dari Makassar berpeluang terhubung ke jaringan internasional melalui Kuala Lumpur maupun Bali.

Terkait kesiapan menghadapi puncak arus mudik Idul Fitri 2026, pihak bandara memastikan berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk optimalisasi layanan ground handling bersama Gapura serta penambahan SDM apabila frekuensi penerbangan meningkat.

“Momentum 7 Maret ini sangat tepat karena mendekati musim mudik Lebaran. Kami juga mengikuti kebijakan pemerintah terkait subsidi untuk menjaga harga tiket tetap terjangkau. Ini akan membantu masyarakat dalam merencanakan perjalanan dan konektivitas ke daerah masing-masing,” tambahnya.

Dengan langkah strategis ini, Indonesia AirAsia diharapkan mampu memperkuat posisi Makassar sebagai gerbang utama Indonesia Timur sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. (Basri)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *