Kepala SMPN 35 Makassar Ungkap Kronologi Perkelahian Siswa dan Langkah Penyelesaiannya

BERITAINEWS MAKASSAR —Sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 35 Makassat mengambil langkah untuk melakukan mediasi kasus perkelahian siswa yang sempat viral di media sosial

Bacaan Lainnya

Kepala SMP Negeri 35 Makassar, M. Asran, S.Pd., menjelaskan kronologi terjadinya perkelahian antar siswa yang sempat menjadi perhatian publik. Menurutnya, pihak sekolah telah mengambil langkah cepat melalui mediasi yang melibatkan berbagai pihak guna memastikan persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai.

M. Asran menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat lalu dan baru diketahui secara menyeluruh oleh pihak sekolah pada Senin setelah kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung. Ia meluruskan informasi yang beredar terkait waktu kejadian yang disebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA.

“Peristiwa itu sebenarnya terjadi sekitar pukul 11.00 WITA saat jam pulang sekolah. Sebelumnya siswa masih mengikuti proses pembelajaran hingga selesai dan berdoa bersama sebelum pulang,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah siswa masih berada di sekolah karena mendapat arahan dari wali kelas untuk melakukan gotong royong membersihkan ruang kelas sebagai persiapan kegiatan semester. Dalam situasi tersebut kemudian terjadi kesalahpahaman yang berujung konflik antar siswa.

Menindaklanjuti kejadian itu, pihak sekolah segera menggelar mediasi pada Senin dengan menghadirkan korban, pelaku, orang tua masing-masing pihak, guru Bimbingan Konseling (BK), serta unsur pemerintah dan keamanan setempat.

“Pada mediasi pertama hadir perwakilan sektor Biringkanaya, Bimas, Babinsa, dan pihak terkait lainnya. Semua pihak diberikan kesempatan menyampaikan pendapat sebelum akhirnya menandatangani kesepakatan bersama,” jelasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, pada Selasa pihak sekolah kembali mengumpulkan para siswa yang terlibat untuk menggali kronologi secara lebih mendalam. Dari hasil penelusuran diketahui terdapat beberapa siswa yang merekam dan menyebarkan video kejadian melalui telepon genggam.

Berdasarkan hasil klarifikasi, konflik dipicu oleh kesalahpahaman yang telah berlangsung sebelumnya di antara sejumlah siswa. Situasi tersebut kemudian berkembang hingga memunculkan rasa keberatan dan dendam di antara mereka.

“Kesalahan terbesar yang terjadi adalah tindakan pemukulan yang dilakukan oleh siswa. Dari hasil pemeriksaan, semua pihak mengakui bahwa persoalan ini berawal dari kesalahpahaman yang kemudian memicu keributan,” kata Asran.

Pada Rabu, sekolah kembali mempertemukan orang tua korban dan pelaku untuk melakukan mediasi lanjutan. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan damai yang ditandatangani seluruh pihak terkait.

Meski demikian, pihak sekolah tetap menghormati apabila masih ada orang tua yang menyampaikan pandangan atau keberatan atas proses yang telah dilakukan.

“Kami menghargai semua masukan dari orang tua. Yang terpenting adalah bagaimana kejadian ini tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi seluruh siswa,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, SMPN 35 Makassar berkomitmen melakukan evaluasi terhadap berbagai program pembinaan siswa, termasuk kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan program-program kesiswaan lainnya.

“Setiap tahun program sekolah selalu kami evaluasi. Begitu juga kegiatan OSIS dan pembinaan siswa akan kami perbaiki agar ke depan tidak terjadi lagi kesalahpahaman yang berujung pada konflik antarsiswa,” tutupnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *