KPPU Sidak Pasar Terong Makassar, Harga Ayam, Telur dan Cabai Mulai Naik Jelang Idul Fitri

BERITAINEWS MAKASSAR —Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan pasokan bahan pangan di Pasar Tradisional Terong, Kecamatan Bontoala Kota Makassar, Senin (9/3/2026), guna memastikan stabilitas harga menjelang Idul Fitri.

Bacaan Lainnya

Sidak tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha Makassar, Hasiholan Pasaribu, bersama perwakilan Bank Indonesia, Perum Bulog, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.

Hasiholan mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan harga komoditas pangan tetap stabil menjelang Idul Fitri, sekaligus mencegah potensi penahanan pasokan oleh distributor atau produsen.

“Sidak ini kami lakukan untuk menjaga kestabilan harga komoditas pangan menjelang Idul Fitri. Meski sebelumnya sudah dilakukan pemantauan oleh pemerintah daerah, kami merasa perlu turun langsung kembali untuk memastikan harga tidak mengalami lonjakan,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, KPPU menemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, namun masih dalam batas wajar.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain daging ayam, telur, dan cabai. Menurut Hasiholan, kenaikan tersebut relatif kecil dan tidak sampai memicu gejolak pasar.

“Persentase kenaikan tidak sampai satu hingga dua persen. Paling tinggi kenaikan hanya sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi. Sementara itu, meningkatnya permintaan terhadap ayam dan telur juga diperkirakan terkait dengan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, program tersebut sedikit mempengaruhi permintaan komoditas, namun hingga saat ini pasokan di pasar masih tergolong aman.

“Kami terus melakukan monitoring agar program pemerintah yang baik ini tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu, khususnya dalam proses distribusi dan niaga,” katanya.

KPPU juga menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan praktik penahanan pasokan yang berpotensi mengganggu persaingan usaha.

Jika terbukti melanggar, pelaku usaha dapat dikenakan sanksi administratif minimal Rp1 miliar sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pihak Perum Bulog memastikan stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman.

“Stok beras saat ini mencapai sekitar 526 ribu ton. Kami bersama pemerintah daerah terus memantau harga beras medium dan premium serta minyak goreng di pasar. Sejauh ini harga masih stabil dari awal Ramadan hingga menjelang Idul Fitri,” ujar perwakilan Bulog.

Pemantauan harga akan terus dilakukan secara rutin di sejumlah pasar tradisional di Makassar guna memastikan pasokan tetap terjaga dan harga tetap stabil hingga Lebaran. (bas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *