Perang Kelompok di Kandea Kembali Terjadi, Polisi Selidiki Dugaan Provokasi

BERITAINEWS MAKASSAR —Perang antarkelompok pemuda kembali terjadi di Jalan Kandea 3, wilayah perbatasan Kecamatan Tallo dan Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026). Polisi bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat dan berhasil membubarkan kedua kelompok yang terlibat perselisihan.

Bacaan Lainnya

Kanit Reskrim Polsek Bontoala, Iptu Abdul Latif, mengatakan insiden tersebut melibatkan warga Baraya, Kecamatan Bontoala, dengan warga Bunga Ejaya Beru, Kecamatan Tallo.

Menurut Abdul Latif, pihak kepolisian langsung merespons laporan warga dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan tindakan untuk menghalau dan membubarkan kedua kelompok.

“Setelah ada laporan dari masyarakat, anggota langsung merespons dan datang ke TKP. Kami berhasil menghalau dan membubarkan kedua belah pihak,” ujar Abdul Latif.

Hingga saat ini, penyebab pasti bentrokan tersebut belum diketahui. Polisi masih mendalami dugaan adanya provokasi yang disebut-sebut melibatkan orang dari luar kedua kelompok.

“Pemicunya belum diketahui. Hanya ada informasi mengenai dugaan provokasi dari orang luar, tetapi itu masih belum jelas,” katanya.

Abdul Latif menjelaskan, tidak ada pihak yang sempat diamankan dalam kejadian tersebut. Kedua kelompok langsung membubarkan diri setelah petugas tiba di lokasi.

Meski situasi berhasil dikendalikan, kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mencegah bentrokan susulan.

Dalam penanganan di lokasi, petugas menemukan sejumlah benda yang diduga digunakan saat keributan berlangsung. Barang-barang tersebut di antaranya mata busur, batu, serta pecahan botol yang diduga dilemparkan oleh pihak-pihak yang terlibat.

Polisi mengumpulkan benda-benda tersebut sebagai bagian dari penanganan awal di TKP.

Selanjutnya, aparat kepolisian akan terus melakukan pengamanan sekaligus menyelidiki pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya provokator di balik bentrokan.

Polisi juga berupaya mencari solusi agar perselisihan antarkelompok warga di wilayah perbatasan Kecamatan Tallo dan Bontoala tidak kembali berujung pada aksi kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.(bs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *