BERITAINEWS, MAKASSAR — PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) menegaskan pentingnya peran pandu dalam menjaga keselamatan navigasi di tengah pesatnya transformasi teknologi maritim.
Hal tersebut disampaikan dalam partisipasi PJM pada The 27th International Maritime Pilots’ Association (IMPA) Congress 2026 yang berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua.
Kongres dua tahunan tersebut menjadi forum internasional bagi para pandu untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai keselamatan pemanduan, teknologi, regulasi, lingkungan, serta pengembangan profesi.
Tahun ini, kongres mengusung tema “Navigating Maritime Safety Towards Global Sustainability”. Sejumlah jajaran pimpinan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) turut hadir, termasuk Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar dan Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Arief Hermawan.
Dalam kegiatan tersebut, PJM mengikutsertakan 10 pandu sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan perluasan wawasan internasional. Para pandu mendapat kesempatan bertukar pengalaman sekaligus mempelajari perkembangan praktik pemanduan dari berbagai negara.
Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Arief Hermawan mengatakan, kemajuan teknologi di sektor maritim harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi pandu dan penguatan keselamatan.
“Pandu tetap menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan navigasi kapal. Perkembangan teknologi bukan untuk menghilangkan peran pandu, tetapi menjadi instrumen untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan kualitas informasi, dan mendukung pandu dalam mengambil keputusan secara lebih tepat,” ujar Arief.
Dalam Kongres IMPA ke-27, perkembangan teknologi menjadi salah satu topik utama. Pembahasan mencakup remote pilotage, pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam aktivitas maritim yang bersifat safety-critical, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pemanduan.
Transformasi tersebut sejalan dengan pengembangan konsep smart pilotage yang diarahkan pada pemanfaatan data maritim secara real-time, AIS, VTS, e-Navigation, AI-enabled decision support, predictive analytics, serta digital operational monitoring.
Menurut Arief, penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu mendukung layanan pemanduan yang lebih aman, cepat, dapat diprediksi, dan berkelanjutan.
Namun, kemajuan teknologi tidak mengurangi pentingnya kompetensi dasar seorang pandu. Kemampuan ship handling, navigasi, local knowledge, dan risk assessment tetap menjadi fondasi yang harus diperkuat dengan kemampuan membaca data dan menggunakan teknologi digital.
“Teknologi dan kompetensi manusia harus tumbuh bersama. Semakin maju sistem yang digunakan, semakin tinggi pula kompetensi yang dibutuhkan seorang pandu. Karena itu, pelatihan, simulasi, sertifikasi, pertukaran pengetahuan, serta exposure pada forum internasional menjadi penting bagi kami,” jelas Arief.
Salah satu perkembangan yang turut menjadi perhatian adalah e-pilotage, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pemanduan kapal. Penerapannya, kata Arief, harus disesuaikan dengan karakteristik perairan dan tingkat risiko di setiap wilayah operasional.
“Pada wilayah atau alur yang memiliki risiko tinggi, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Teknologi harus diterapkan secara terukur sesuai karakteristik perairan dan hasil penilaian risiko,” katanya.
Ia menegaskan, pada kondisi tertentu kehadiran pandu secara langsung di atas kapal tetap diperlukan untuk memastikan keselamatan pelayaran.
Selain membahas transformasi teknologi, Kongres IMPA juga menjadi momentum memperkuat jejaring internasional, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas profesi pandu.
“Kami ingin pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum internasional seperti IMPA dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja dan memberikan nilai tambah terhadap pelayanan,” tutur Arief.
Menurutnya, tujuan utama dari seluruh pengembangan tersebut tetap berorientasi pada keselamatan, keandalan, dan profesionalisme pelayanan pemanduan.
Melalui partisipasinya dalam Kongres IMPA ke-27, PJM menegaskan komitmennya memperkuat kompetensi pandu, mengadopsi teknologi secara terukur, serta meningkatkan standar keselamatan dan kualitas pelayanan guna mendukung terwujudnya ekosistem pemanduan maritim berkelas dunia.(**)







