BERITAINEWS, SOROWAKO – PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmen membangun industri pertambangan yang tangguh sekaligus bertanggung jawab. Hal ini diwujudkan melalui penguatan pemberdayaan masyarakat serta percepatan proyek hilirisasi nikel di wilayah operasionalnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Upskilling dan Kunjungan Lapangan Media 2026 yang berlangsung di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, 26 hingga 28 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Tangguh dan Bertanggung Jawab: Bertumbuh dengan Integritas, Memimpin dengan Tanggung Jawab”.
Pada hari pertama pelaksanaan, Minggu (26/7/2026), acara diikuti oleh 40 perwakilan media dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Manajemen PT Vale memaparkan berbagai strategi operasi berkelanjutan.
Materi yang disampaikan mencakup aspek keterbukaan informasi publik, program pengembangan masyarakat, hingga kemajuan proyek strategis Sorowako Limonite. Proyek ini menjadi bagian penting dari upaya hilirisasi mineral nasional.
Kepala Hubungan Eksternal Sorowako dan Wilayah Luar PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menjelaskan kegiatan peningkatan kapasitas media ini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya.
“Ini momen berbagi informasi sekaligus mempererat hubungan dan kepercayaan antara perusahaan dengan insan pers,” ujar Yusri.
Ia menegaskan transformasi perusahaan yang terus berjalan senantiasa diarahkan pada arah yang lebih positif dan berkelanjutan.
“Kami sadar masih ada hal yang perlu diperbaiki, dan cara terbaik adalah saling bertukar pikiran serta berbagi gagasan seperti saat ini,” jelasnya.
Yusri juga menyebutkan sejumlah proyek besar yang sedang dikembangkan, antara lain Pumalara, Menudobi, Sorowako Limonite, BB1, dan Logat. Semuanya harus berjalan beriringan demi kemajuan bersama.
“Keberhasilan proyek-proyek ini tidak akan tercapai tanpa dukungan dan kerja sama yang erat. Pertumbuhan PT Vale adalah bagian dari kemajuan Luwu Timur dan juga Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat membantu insan pers memahami lebih dalam aturan dan tata kelola, sehingga liputan yang disajikan semakin akurat dan bertanggung jawab.
“Seperti pengemudi yang harus memiliki surat izin mengemudi, kami ingin rekan media semakin memiliki kompetensi yang mumpuni saat menyajikan informasi ke publik,” ungkap Yusri.
Ia mengajak rekan media untuk memanfaatkan kunjungan lapangan guna melihat langsung proses bisnis, pabrik, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Air yang dikelola perusahaan.
“Kami sangat terbuka. Silakan amati, tanyakan, dan berikan masukan membangun. Itu sangat berharga bagi kemajuan kami,” katanya.
Dua hari ke depan peserta juga akan mendapatkan pemaparan lengkap mengenai pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang telah dijalankan.
“Kami berharap rekan media dari berbagai daerah dapat melihat praktik kami, sekaligus berbagi pengalaman terbaik yang mungkin bisa kami terapkan di sini,” pungkas Yusri.(**)







