SMA Islam Athirah Bukit Baruga Cetak Calon Pengajar Al-Qur’an 53 Siswa Ikuti Sertifikasi

BERITAINEWS, MAKASSAR – SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar kembali memperkuat kualitas lulusannya melalui program Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi yang diikuti 53 siswa kelas XI. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Continent Centrepoint Makassar, Minggu (14/6/2026).

Bacaan Lainnya

Program sertifikasi ini menjadi bagian dari sistem jaminan mutu pendidikan sekolah untuk memastikan para lulusan memiliki kompetensi Al-Qur’an yang terukur, terstandar, dan mendapat pengakuan resmi dari Ummi Foundation.

Kegiatan dibuka oleh jajaran pimpinan Sekolah Islam Athirah, di antaranya Wakil Direktur SIA Mas Aman Uppi, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dr Bakry, serta sejumlah wakil kepala sekolah, guru Al-Qur’an, dan wali kelas.

Wakil Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bidang Kurikulum, Shandra Santika Nur P, mengatakan sertifikasi Al-Qur’an kini menjadi salah satu indikator kualitas lulusan sekolah.

“Program ini merupakan bagian dari jaminan mutu sekolah. Kami ingin memastikan bahwa siswa yang lulus dari Athirah memiliki kemampuan tahsin yang tersertifikasi dan mendapatkan pengakuan resmi,” ujarnya.

Menurut Shandra, program tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan terus mengalami pengembangan, baik dari sisi standar kompetensi maupun mekanisme pelaksanaannya.

Tahun ini, standar kelulusan peserta ditingkatkan dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong kualitas lulusan yang lebih baik dan mampu memenuhi standar nasional pembelajaran Al-Qur’an.

“Kami mendengar langsung dari tim Ummi Foundation bahwa grade peserta tahun ini ditingkatkan. Artinya standar yang harus dicapai siswa juga lebih tinggi,” katanya.

Salah satu hal yang membedakan program tahun ini adalah adanya kewajiban magang bagi peserta yang dinyatakan lulus sertifikasi. Mereka harus mengimplementasikan kemampuan mengajarnya sebelum menerima sertifikat resmi.

Para siswa nantinya akan menjadi tutor sebaya maupun membantu proses pembelajaran Al-Qur’an bagi adik kelas sebagai bentuk praktik dan pengabdian.

“Anak-anak tidak hanya mengikuti kegiatan selama tiga hari lalu selesai begitu saja. Mereka harus membuktikan kemampuan yang dimiliki melalui program magang sebelum menerima sertifikat,” jelas Shandra.

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan ketentuan Ummi Foundation yang mendorong peserta sertifikasi memiliki pengalaman mengajar secara langsung sebelum memperoleh pengakuan sebagai pengajar Al-Qur’an.

Sementara itu, Ketua Panitia Sertifikasi, Darwis SE MM, menilai program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kepercayaan diri siswa untuk menjadi pengajar.

“Melalui sertifikasi ini anak-anak memperoleh pengakuan bahwa mereka memiliki kemampuan mengajar Al-Qur’an. Ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri mereka,” ungkap Darwis.

Melalui program sertifikasi yang dipadukan dengan magang dan praktik mengajar, SMA Islam Athirah Bukit Baruga optimistis dapat mencetak generasi Qurani yang unggul, berkompeten, serta mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat luas.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *