Vale Indonesia Perkuat Koperasi dan UMKM di Luwu Timur

BERITAINEWS, LUWU TIMUR – PT Vale Indonesia Tbk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Pekan Expo Koperasi dan UMKM dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Iniaku, Sorowako, 6–10 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dihadiri Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, itu melibatkan gerakan koperasi dan pelaku UMKM dari 23 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Dalam momentum tersebut, Vale Indonesia menerima dua penghargaan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kontribusinya mendukung penyelenggaraan kegiatan.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi kepada Vale Indonesia atas dukungan yang diberikan sehingga Pekan Expo Koperasi dan UMKM dapat berlangsung dengan sukses.

Presiden Direktur dan CEO Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa keberhasilan industri tidak hanya diukur dari produksi dan investasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan industri dapat diukur melalui produksi dan investasi, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bernardus.

Menurutnya, pengembangan industri, proyek hilirisasi, dan pemberdayaan UMKM diharapkan membuka lebih banyak peluang ekonomi sehingga masyarakat dapat tumbuh bersama perkembangan industri nikel.

Hingga 30 September 2026, Vale Indonesia telah mendukung 127 UMKM yang tersebar di empat kecamatan di Luwu Timur, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 UMKM binaan telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa.

Bernardus menjelaskan, program pemberdayaan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar agar produk lokal mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Pengembangan industri nikel dan investasi Vale Indonesia diharapkan dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, termasuk untuk kebutuhan barang, jasa, dan kegiatan usaha pendukung,” jelasnya.

Peringatan Harkopnas ke-79 dengan tema Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya juga menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Selain mendukung UMKM masyarakat, perkembangan ekonomi berbasis koperasi juga terlihat melalui Koperasi Karyawan Vale (Kopkar Vale) yang berdiri sejak 1979. Koperasi tersebut awalnya dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pokok karyawan PT INCO, perusahaan pendahulu Vale Indonesia di Sorowako.

Kini, Kopkar Vale telah berkembang menjadi badan usaha koperasi dengan lebih dari 1.300 anggota. Layanannya mencakup sektor ritel dan simpan pinjam untuk mendukung kebutuhan serta kesejahteraan anggota.

Ketua Kopkar Vale, Muhammad Parawansa Lamude, mengatakan inovasi dan kemitraan menjadi faktor penting agar koperasi tetap mampu menjawab kebutuhan anggotanya di tengah perkembangan ekonomi Sorowako.

“Koperasi tumbuh dari kebutuhan bersama. Di tengah dinamika ekonomi Sorowako, kami terus berinovasi dan membangun kemitraan agar koperasi tetap relevan serta memberikan manfaat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggota,” ungkap Muhammad.

Melalui dukungan terhadap koperasi dan UMKM, Vale Indonesia berharap pertumbuhan industri dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi daerah.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *