CEO PT Vale Indonesia Tinjau Progres Pembangunan Fasilitas HPAL di Sambalagi, Morowali

BERITAINEWS, Morowali – Bernardus Irmanto, Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk, melakukan kunjungan lapangan ke situs pembangunan fasilitas High‑Pressure Acid Leach (HPAL) di Sambalagi pada Senin (26/03/2026). Irmanto didampingi tim eksekutif dan perwakilan mitra strategis, PT Global Energy Management (GEM), untuk menilai kemajuan proyek yang kini berada pada fase kritis pengembangan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melaksanakan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan menegaskan tekad Vale Indonesia untuk menuntaskan proyek HPAL tepat waktu, sesuai anggaran, dan dengan standar kualitas tertinggi. “Kami telah melihat perkembangan positif yang signifikan, mulai dari fasilitas pendukung hingga kawasan utama seperti pabrik asam dan pengelolaan tailing,” ujar Irmanto dalam rapat singkat di lokasi. “Kesiapan proyek semakin matang, dan kami terus memperkuat risiko pengelolaan demi menjaga kelancaran operasional.”

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya, Irmanto meninjau tiga pilar utama pembangunan:

Acid Plant – Instalasi pengolahan asam, yang menjadi tulang punggung proses HPAL, telah mencapai 70 % penyelesaian struktur beton dan instalasi pipa utama. Tim teknik melaporkan bahwa uji tekanan pertama berhasil melewati standar keamanan internasional.

Pengelolaan Tailing – Sistem tailing yang dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan telah memasuki fase instalasi sistem dewatering dan liner geomembran. GEM menegaskan bahwa desain tersebut telah disetujui oleh Badan Lingkungan Hidup setempat.

Fasilitas Pendukung – Pembangunan jalan akses, jaringan listrik, serta fasilitas pendukung logistik telah selesai 85 %, memungkinkan peralatan mobilisasi berat tanpa hambatan signifikan.

GEM, yang menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Vale pada tahun 2023, berperan sebagai konsultan utama dalam manajemen risiko dan integrasi teknologi HPAL. “Kolaborasi kami dengan Vale mencakup transfer teknologi, pelatihan sumber daya manusia, serta standar operasional yang mengacu pada praktik terbaik industri global,” kata Rudi Hartono, Managing Director GEM, saat berdiskusi bersama Irmanto.

Vale Indonesia pendekatan tekanan berbasis mitigasi risiko sejak tahap perencanaan. Sistem pemantauan real‑time telah dipasang untuk menghubungkan tekanan, suhu, dan kualitas air limbah. “Kami memastikan setiap kegiatan sesuai dengan regulasi nasional dan standar ESG yang ketat,” tambah Irmanto.

Untuk Prospek ke Depan. Proyek HPAL di Sambalagi diproyeksikan selesai pada akhir 2028, dengan kapasitas produksi nikel cair setara 30 % dari total output PT Vale Indonesia. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok nikel utama bagi industri kendaraan listrik global.

Menutup kunjungan, Irmanto menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim lapangan, kontraktor, dan mitra. “Dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, kami optimis proyek ini akan memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah Morowali sekaligus mendukung transisi energi bersih dunia,” tutupnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *