Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gelar Festival Pangan, 600 Paket Sembako Dijual Setengah Harga

BERITAINEWS MAKASSAR —Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar dan Bank Permata Syariah menggelar Festival Pangan di halaman Kantor Kecamatan Tamalate, Minggu (8/11/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Dalam festival tersebut, sebanyak 600 paket sembako disiapkan untuk masyarakat yang telah memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat zakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Nirman Mungkasa, mengatakan setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.

Paket dengan nilai normal Rp114.000 tersebut diberikan dengan potongan harga sebesar 50 persen. Dengan demikian, masyarakat penerima voucher cukup membayar Rp57.000 untuk mendapatkan tiga komoditas pangan tersebut.

“Ini merupakan gerakan pangan murah dengan tajuk Festival Pangan. Kami berkolaborasi dengan Baznas Kota Makassar dan Bank Permata Syariah. Ada 600 paket sembako yang kami bagikan dengan harga setengah dari harga normal,” ujar Nirman.

Ia menjelaskan, pembagian voucher dilakukan melalui proses verifikasi terlebih dahulu. Hal ini karena bantuan tersebut bersumber dari dana zakat yang penyalurannya harus sesuai dengan ketentuan dan golongan penerima zakat.

Karena itu, tidak semua pengunjung bisa memperoleh voucher paket sembako. Voucher hanya diberikan kepada masyarakat yang telah terverifikasi dan dinyatakan berhak menerima zakat.

“Karena ini menggunakan dana zakat, penerimanya harus jelas dan sesuai dengan delapan golongan penerima zakat. Makanya, kami melakukan verifikasi sebelumnya agar bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Selain paket sembako, Festival Pangan juga menyediakan sejumlah komoditas bersubsidi yang dapat dibeli masyarakat secara langsung.

Di antaranya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp58.000 serta minyak goreng seharga Rp15.000.

Menurut Nirman, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan pangan murah, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai tugas dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan.

Sejumlah layanan dan edukasi turut dihadirkan, seperti pengujian laboratorium pangan, edukasi cara memasak yang baik, hingga kampanye menghentikan pemborosan pangan atau stop boros pangan.

Festival tersebut juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menyediakan berbagai produk kuliner. Kehadiran UMKM diharapkan dapat memberikan ruang promosi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Nirman menyebutkan, Festival Pangan kali ini berlangsung selama satu hari dan menjadi kolaborasi perdana Dinas Ketahanan Pangan dengan Baznas Kota Makassar.

Ke depan, pihaknya membuka peluang untuk melaksanakan kegiatan serupa di sejumlah kecamatan lainnya, terutama kawasan dengan jumlah masyarakat berpenghasilan rendah yang cukup besar.

“Ini pertama kalinya kami berkolaborasi dengan Baznas. Kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini akan kami laksanakan secara bergantian di kantor-kantor kecamatan lainnya,” ungkapnya.

Ia mengakui, jumlah 600 paket yang disiapkan masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, jumlah tersebut menyesuaikan kemampuan anggaran dan dukungan Baznas sebagai mitra kolaborasi.

“Biasanya kami hanya menyiapkan sekitar 300 sampai 400 paket. Kali ini Baznas menyiapkan 600 paket. Sebenarnya masih kurang karena antusiasme masyarakat cukup besar, tetapi tentu kami menyesuaikan dengan kemampuan yang tersedia,” tuturnya.

Nirman menegaskan, Festival Pangan memiliki tiga tujuan utama, yakni membantu pengendalian inflasi, memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga murah, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pelayanan dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar.

Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, Pemkot Makassar berharap akses masyarakat terhadap pangan terjangkau dapat terus diperluas sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok. (Bas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *