Hari Kedua: Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Masih Dicari

BERITAINEWS MAROS —Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Operasi pencarian dilakukan sejak Minggu (18/1/2026) pukul 06.15 Wita dengan fokus menuju puncak Gunung Bulusaraung.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa hingga hari ini total personel SAR gabungan yang terlibat berjumlah 476 orang.

Bacaan Lainnya

“Untuk saat ini, yang terdaftar sejak kemarin, tim SAR gabungan yang dikembangkan sebanyak 476 personel. Mereka berasal dari unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Basarnas, instansi SAR lainnya, serta mahasiswa potensi SAR se-Sulawesi Selatan,” ujar Andi Sultan.

Dalam mendukung operasi pencarian, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan, termasuk kendaraan taktis dan truk dari TNI, Basarnas, serta instansi terkait. Selain itu, satu unit helikopter TNI AL dijadwalkan lepas landas pukul 06.30 Wita untuk melakukan penyisiran udara di titik koordinat yang telah dipetakan.

“Helikopter akan melakukan penyisiran di titik koordinat yang sudah kami plotkan. Kami juga membawa peralatan ekstrikasi, dan bila diperlukan akan dilakukan drop personel,” jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran komunikasi di medan ekstrem, tim SAR menggunakan handy talky (HT) yang didukung repeater, serta membawa Starlink portable sebagai alat komunikasi cadangan.

Operasi pencarian dibagi ke dalam lima tim yang masing-masing bertugas di sektor berbeda. Tim pertama atau tim aju telah dilepas langsung oleh Komandan Korem untuk bergerak menuju puncak Gunung Bulusaraung.

“Tim aju bertugas mencapai puncak untuk menerbangkan drone sebagai asesmen awal, guna melihat kondisi di bawah. Saat ini kami belum bisa memastikan apakah penurunan ke dasar jurang dapat dilakukan dengan teknik rappelling,” tambahnya.

Terkait temuan di lapangan, Andi Sultan menyebut pihaknya belum dapat memastikan adanya serpihan pesawat. Meski demikian, beberapa indikasi awal telah ditemukan dan masih dalam tahap penyelidikan.

“Untuk serpihan, kami belum bisa memastikan itu bagian dari pesawat. Namun ada beberapa tanda, termasuk temuan kain, yang mengarah pada dugaan bagian badan pesawat. Saat ini masih kami dalami,” tutupnya. (Bas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *