BERITAINEWS MAKASSAR —Memasuki hari keempat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar kembali memperluas area pencarian menjadi 408 nautical mile persegi (nm²).
Operasi SAR pada Sabtu (18/7) melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, Pos SAR Selayar, kapal nelayan, serta berbagai instansi terkait. Pencarian dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana untuk menyisir sektor pertama seluas 140 nm² di sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang.
Sementara SRU 2 menggunakan KN SAR Kamajaya 104 untuk melakukan pencarian di sektor kedua dengan luas 308 nm², mencakup perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pergerakan arus, angin, serta kemungkinan hanyutnya korban dan penemuan life jacket.
“Pada hari keempat ini kami kembali memperluas area pencarian menjadi 448 nautical mile persegi. Seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara maksimal dengan membagi sektor pencarian agar proses penyisiran lebih efektif. Kami juga terus memperhitungkan faktor cuaca, arah angin, dan arus laut sebagai dasar penentuan area pencarian,” ujar Arif.
Hingga pelaksanaan operasi hari keempat, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan selamat, 1 orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dalam pencarian.
Arif menegaskan bahwa seluruh personel akan terus mengoptimalkan operasi hingga seluruh korban dapat ditemukan.
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar. Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam upaya menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang, dan juga hari ini KN Pacitan dari Kendari juga turut membantu pencarian,” tambahnya.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan, hasil evaluasi harian, serta informasi yang diperoleh dari unsur-unsur SAR gabungan.







