BERITAINEWS MAKASSAR —Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar terus memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan atlet yang dipersiapkan menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026.
Tiga atlet cabang olahraga (cabor) sepak bola menjalani pemeriksaan di Ruang Fisioterapi Kantor KONI Kota Makassar, Senin (28/9/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi cedera dan keluhan yang dialami para atlet.
Ketiga atlet tersebut yakni Anwar, Reza, dan Sulaiman. Dari hasil pemeriksaan awal, masing-masing atlet memiliki keluhan pada bagian tubuh yang berbeda.
Fisioterapis KONI Kota Makassar, Vina, menjelaskan salah satu atlet, Anwar, mengeluhkan nyeri pada lutut sebelah kiri, terutama pada bagian belakang. Keluhan tersebut berkaitan dengan riwayat benturan yang dialaminya sekitar satu bulan sebelumnya.
“Anwar merasakan nyeri di lutut sebelah kiri bagian belakang. Sebelumnya pernah terjatuh dan mengalami benturan di area lutut bagian luar sekitar satu bulan yang lalu,” kata Vina berdasarkan catatan pemeriksaan fisioterapi.
Sementara itu, Reza mengeluhkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada bagian tubuhnya ketika melakukan gerakan tertentu.
“Reza merasakan adanya nyeri dan rasa tidak nyaman saat menunduk,” ujar Vina.
Adapun Sulaiman mengalami keluhan pada bagian pergelangan kaki. Berdasarkan catatan pemeriksaan, atlet tersebut memiliki riwayat keseleo saat bermain sepak bola sekitar dua bulan lalu dan merasakan nyeri ketika melakukan gerakan tertentu.
“Sulaiman pernah keseleo saat bermain sepak bola. Kejadian sudah sekitar dua bulan yang lalu, nyeri dirasakan di area ankle bagian luar dan pasien merasakan nyeri saat ingin menendang,” jelas Vina.
Pemeriksaan fisioterapi ini menjadi bagian dari upaya KONI Kota Makassar dalam memantau kondisi fisik atlet secara berkala. Penanganan dilakukan agar keluhan yang dialami atlet dapat diketahui lebih awal dan mendapat tindak lanjut sesuai kebutuhan.
KONI Makassar melalui layanan fisioterapinya juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi, sehingga atlet dapat menjalani program latihan dengan memperhatikan kondisi fisik masing-masing.







