Bank Indonesia Sulawesi Selatan Perkuat Literasi Ekonomi Lewat Sinergi Media

BERITAINEWS, Makassar – Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap isu-isu ekonomi seperti inflasi, digitalisasi sistem pembayaran, hingga penguatan UMKM masih menjadi tantangan di Sulawesi Selatan. Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi sehari-hari.

Menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia Sulawesi Selatan menggelar pertemuan bersama insan media guna memperkuat peran media dalam penyebaran informasi ekonomi kepada publik.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dikemas dalam agenda silaturahmi ini mengusung tema “Satu Narasi Sejuta Literasi untuk Ekonomi Sulsel yang Mandiri” dan berlangsung di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Rabu (14/1/2026).

Bank Indonesia menilai media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan ekonomi dan masyarakat, sehingga informasi ekonomi perlu disampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami.

Kepala Humas BI Sulsel, Aswin Gantina, menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025 berjalan kondusif dan menunjukkan tren positif.

“Alhamdulillah, aktivitas perekonomian di Sulawesi Selatan selama 2025 berjalan sangat kondusif dan positif. Inflasi tercatat sebesar 2,84 persen dan masih berada di bawah angka nasional,” ungkap Aswin.

Ia menambahkan, untuk angka pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan, pihaknya masih menunggu rilis resmi. Namun BI Sulsel berharap pertumbuhan ekonomi daerah dapat melampaui capaian nasional.

Menurut Aswin, literasi ekonomi merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi daerah, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital dan dinamika global.

“Kolaborasi dengan media menjadi kunci agar pesan-pesan ekonomi dapat disampaikan secara sederhana, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas peran media, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi terkait tantangan ekonomi terkini, mulai dari stabilitas harga hingga penguatan ketahanan ekonomi daerah.

Melalui sinergi Bank Indonesia dan media, diharapkan informasi ekonomi yang disampaikan kepada publik tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif.

Pendekatan ini dinilai penting untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memahami kebijakan ekonomi serta memperkuat daya saing dan kemandirian ekonomi Sulawesi Selatan ke depan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *