BERITAINEWS, MAKASSAR – IKDA Sulawesi Selatan Cabang Makassar mengadakan gladi bersih dan pemeriksaan akhir acara. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Hotel Whiz Prime Makassar, Jumat sore, 19 Juni 2026.
Acara ini menjadi persiapan terakhir menjelang pelantikan pengurus baru yang dijadwalkan berlangsung Ahad, 21 Juni 2026, pukul 08.00 hingga 11.30 Wita.
Sebagai cabang kedua yang terbentuk di bawah DPP IKDA Sulsel, keberadaan lembaga ini diharapkan menjadi wadah pemberdayaan para dai. Fokus utamanya membangun jiwa kewirausahaan, kemampuan literasi digital, serta kearifan lokal demi kemaslahatan umat.
IKDA Cabang Makassar juga ditargetkan menjadi pelopor gaya dakwah yang ramah lingkungan di tengah masyarakat kota. Setelah dilantik, pengurus diharapkan lebih dikenal luas dalam pengembangan dakwah yang relevan zaman.
Sebelum masuk ke gladi bersih, Ketua Umum IKDA Makassar, Ustadz Dedi Gunawan, S.Pd., M.M., M.Pd., memimpin rapat pengarahan. Ia memaparkan susunan acara secara rinci kepada seluruh jajaran pengurus.
Kegiatan turut dihadiri langsung Ketua Umum DPP IKDA Sulsel, Ustadz Muhammad Firdaus Gassing, S.Ag., bersama jajaran pengurus pusat.
Turut hadir pula Pembina IKDA, yaitu Ustadz Syarifuddin Liwang, Ustadz Amirullah, dan Ustadz Syaharuddin Lala. Serta Wakil Ketua Umum, Ustadz Sulaeman Abd Azis.
Muhammad Firdaus memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras persiapan yang dilakukan pengurus cabang Makassar.
“Kami mewakili pengurus pusat berharap pelantikan nanti berjalan lancar, tertib, dan sesuai harapan bersama tanpa hambatan berarti,” ujar Firdaus.
Sementara itu, Ketua Umum Cabang Makassar, Ustadz Dedi Gunawan, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada semua pengurus yang hadir.
Ia berharap gladi ini membuat persiapan acara semakin matang. Diperkirakan sekitar 95 undangan akan hadir dalam puncak pelantikan nanti.
“Semoga hasil persiapan ini memberikan kualitas terbaik dan acara berjalan sukses,” tambah Dedi lewat pesan singkat.
Kehadiran unsur pimpinan pusat menjadi dukungan kuat bagi semangat pengurus baru.
Lembaga ini terus berupaya menyesuaikan metode dakwah agar lebih dekat dan bermanfaat bagi warga Makassar.
Langkah persiapan yang teliti menjadi kunci keberhasilan awal kepengurusan yang baru.(*)







