BERITAINEWS, MAKASSAR : Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 dimanfaatkan PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) untuk memperkuat komitmen terhadap layanan maritim yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Mengusung tema “Think Customer”, peringatan Hari Pelanggan Nasional tahun ini menjadi momentum bagi PJM untuk memastikan kebutuhan pelanggan berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sosialisasi prinsip GCG serta optimalisasi Whistleblowing System (WBS) terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan layanan operasional yang andal sekaligus mencegah praktik koruptif, pungutan liar, hingga benturan kepentingan.
Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, mengatakan pelayanan prima tidak hanya ditentukan oleh kecepatan operasional, tetapi juga integritas seluruh insan perusahaan.
“Kepercayaan pelanggan adalah aset terbesar kami. Di Hari Pelanggan Nasional ini, kami tidak hanya mendengar kebutuhan bisnis mereka, tetapi juga memberikan garansi bahwa setiap transaksi dan proses layanan di Pelindo berjalan secara akuntabel dan bersih, melalui implementasi GCG yang konsisten,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, PJM juga terus mengoptimalkan platform pelaporan pelanggaran melalui WBS “Pelindo Bersih”. Sistem tersebut memberikan jaminan kerahasiaan serta perlindungan bagi setiap pelapor yang menyampaikan dugaan pelanggaran.
Pengelolaan WBS Pelindo Bersih turut melibatkan pihak ketiga independen. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga objektivitas dalam proses penilaian terhadap setiap laporan yang diterima.
Pada momentum Hari Pelanggan Nasional, PJM juga melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan pengguna jasa di Makassar. Kunjungan dilakukan ke kantor perwakilan PT Meratus Line, PT Temas, dan PT SPIL pada Kamis (3/9/2026).
“Pada hari ini (3/9), PJM mengunjungi kantor perwakilan PT Meratus Line, PT Temas, dan PT SPIL yang ada di Makassar. Kami juga akan mengunjungi perusahaan lainnya secara bergiliran pada kesempatan lainnya,” lanjut Patrick.
Melalui penguatan WBS tersebut, Pelindo mengajak pengguna jasa, mitra kerja, dan masyarakat ikut mengawal integritas di lingkungan pelabuhan. Indikasi kecurangan, pemerasan, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur dapat dilaporkan melalui kanal resmi yang telah disediakan.
Penguatan sistem pelaporan tersebut juga melengkapi penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 yang menjadi salah satu standar dalam lingkungan bisnis Pelindo Group.
“Kami berharap, integrasi antara pelayanan prima dan tata kelola yang bersih dapat berkontribusi atas keberlangsungan sistem logistik nasional, meningkatkan indeks kemudahan berbisnis di Indonesia, serta menciptakan kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan para pelanggan,” pungkas Patrick.
Untuk pelaporan indikasi pelanggaran dan etika, masyarakat dapat mengakses WBS Pelindo Bersih melalui situs resmi atau kanal pengaduan yang tersedia. Sementara untuk aduan layanan, Pelindo menyediakan layanan Customer Care selama 24 jam melalui kanal resmi perusahaan.
Pelindo merupakan BUMN yang mengelola ekosistem logistik maritim Indonesia. Melalui standardisasi layanan, digitalisasi operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan, Pelindo terus mendorong terciptanya layanan pelabuhan yang semakin efektif, transparan, dan mendukung daya saing ekonomi nasional.(**)







