BERITAINEWS MAKASSAR —Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat sport tourism di Indonesia Timur melalui peluncuran resmi Makassar Half Marathon (MHM) 2026. Event lari bergengsi ini ditargetkan diikuti 12.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Peluncuran sekaligus pembukaan registrasi MHM 2026 dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam acara Press Launch yang digelar di Mall Ratu Indah, Makassar, Minggu (11/1/2026).
Munafri menyampaikan bahwa MHM tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan wajah Kota Makassar yang ramah, dinamis, dan siap menyambut wisatawan.
“Target kita tahun ini 12.000 pelari. Di 2027 kita ingin naik ke 15.000. Artinya, akan ada puluhan ribu orang berkumpul di Kota Makassar dalam satu momentum,” ujar Munafri.
Acara peluncuran tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Founder MHM Ki Harry, Co-Founder Arief Rachman Nur, Race Director Safrita Aryana, Kadispora Makassar Syamsul Bahri, Kadisdik Makassar Achi Solaeman, CEO MHM, serta perwakilan klub lari dari berbagai daerah.
Launching ini sekaligus menandai dimulainya penjualan 8.000 tiket reguler MHM 2026, setelah sebelumnya kuota early bird sebanyak 4.000 peserta habis terjual dalam waktu singkat.
Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar memberikan kepercayaan penuh kepada panitia dalam penyelenggaraan lomba. Namun, pemerintah memastikan seluruh aspek pendukung event berjalan optimal.
“Bola sekarang ada di pemerintah kota. Mulai dari kesiapan jalan yang mulus, penerangan saat subuh, pengamanan jalur, hingga kesiapan tenaga kesehatan. Itu menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, Munafri menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menyukseskan MHM sebagai ajang sport tourism. Menurutnya, keramahan dan hospitality warga Makassar menjadi kunci agar para peserta merasa nyaman dan berkesan.
“Bagaimana tamu mau belanja kalau kita tidak ramah? Bagaimana mereka mau happy kalau kita tidak memberikan kesan yang baik. Ini tugas kita bersama,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan dari event berskala besar ini, mulai dari sektor UMKM, kuliner, hingga perhotelan. Untuk itu, Munafri mengingatkan pentingnya sertifikasi kebersihan dan sanitasi bagi pelaku usaha, khususnya restoran dan rumah makan.
“Saya ingin restoran-restoran kita memperhatikan sertifikasi higienis dan sanitasi. Jangan sampai tamu dari luar kota atau luar negeri mendapatkan kesan yang tidak baik,” pesannya.
Munafri turut mengapresiasi MHM sebagai salah satu ajang lari paling diminati komunitas nasional, sekaligus menjadi satu-satunya event lari di Indonesia Timur yang rutenya telah tersertifikasi PB PASI.
Ke depan, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memperkuat ekosistem olahraga dengan menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menggelar kegiatan lari rutin setiap pekan.
“Setelah Lebaran, saya minta setiap minggu start dan finish di Balai Kota. Kita tunjukkan bahwa Makassar siap menyambut para pelari,” ujarnya.
Adapun Makassar Half Marathon 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di kawasan Pantai Losari, dengan rangkaian kegiatan meliputi Race Pack Collection, Shake Out Run, Kid Dash, hingga Race Day. Event ini diharapkan menjadi motor penggerak sport tourism sekaligus pengungkit ekonomi Kota Makassar. (*)







