Wali Kota Makassar Tinjau Kawasan Rawan Banjir di Biringkanaya

BERITAINEWS MAKASSAR —Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau kawasan rawan banjir di Kompleks Kelurahan Katimbang, Perumahan Kodam III, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (10/1), sebagai upaya mencari solusi permanen penanganan banjir di wilayah timur Kota Makassar.

Munafri didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, Kepala Pelaksana BPBD Makassar M. Fadli Tahar, Camat Biringkanaya Juliaman, serta lurah setempat. Dalam peninjauan tersebut, wali kota menyusuri sejumlah titik genangan dan mendengarkan langsung keluhan warga.

Bacaan Lainnya

“Peninjauan ini untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mencari solusi bagi masyarakat. Wilayah ini hampir setiap tahun terdampak banjir, sehingga perlu penanganan yang serius dan menyeluruh,” kata Munafri.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan dan keterangan warga, banjir dipicu oleh luapan air kiriman dari Sungai Biring Je’ne akibat tingginya intensitas hujan. Kondisi tersebut diperparah dengan terganggunya alur aliran air.

“Air kiriman dari Sungai Biring Je’ne meluap dan alurnya tidak berjalan optimal. Ini yang menyebabkan genangan bertahan lama,” ujarnya.

Menurut Munafri, Pemerintah Kota Makassar akan melakukan identifikasi menyeluruh terhadap jalur aliran air, mulai dari hulu hingga titik pembuangan akhir, untuk mengetahui lokasi penyempitan, sumbatan, maupun perubahan fungsi lahan.

“Ada beberapa titik yang harus ditelusuri, termasuk kemungkinan penyempitan dan perubahan kawasan resapan. Semua itu akan kita pastikan tertangani,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu opsi yang akan dikaji adalah penataan atau pembukaan alur air baru. Mengingat Sungai Biring Je’ne berada di wilayah perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Maros, penanganannya membutuhkan koordinasi lintas daerah.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Makassar M. Fadli Tahar mengatakan pihaknya telah memasang Early Warning System (EWS) di sepanjang Sungai Biring Je’ne sebagai bagian dari mitigasi banjir.

“EWS berfungsi memantau ketinggian dan debit air sungai secara real time sehingga dapat memberikan peringatan dini kepada petugas dan masyarakat,” kata Fadli.

Pemkot Makassar berharap melalui langkah mitigasi dan penanganan terukur, persoalan banjir di kawasan timur kota dapat ditangani secara berkelanjutan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *