BERITAINEWS, MAKASSAR — PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year 2026. Penghargaan tersebut menegaskan posisi Pegadaian sebagai institusi keuangan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam ajang yang digelar di Grand Studio Metro TV pada Jumat (20/2/2026), Pegadaian meraih dua kategori utama, yakni Excellence in Customer-Centric Transformation in Financial Services 2026 dan Excellence in Inclusive Finance Leadership 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Divisi Layanan & Contact Center Pegadaian, Rinny A. Hadjoh. Ia menyampaikan bahwa apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, melainkan komitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat. Di balik setiap angka dan prestasi, ada amanah besar yang harus kami emban dengan penuh tanggung jawab,” ujar Rinny dalam sambutannya.
Ajang penghargaan yang mengusung tema “Transforming for Reinventing Indonesia” itu memberikan apresiasi kepada institusi dan pemimpin yang dinilai berhasil menghadirkan transformasi nyata serta berdampak luas bagi kemajuan bangsa.
Keberhasilan Pegadaian tidak terlepas dari konsistensi perusahaan dalam memenuhi lima indikator penilaian, yakni kinerja keuangan dan operasional yang solid, inovasi layanan berbasis digital, transformasi model bisnis, kompetensi di sektor gadai dan jasa keuangan, serta kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemimpin Wilayah VI Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Maluku, Pratikno, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat pelayanan menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas perusahaan.
“Semangat ‘Melayani Sepenuh Hati’ adalah fondasi kami dalam menjalankan operasional perusahaan. Penghargaan ini menjadi energi baru bagi seluruh insan Pegadaian untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat nyata bagi nasabah,” kata Pratikno.
Dengan capaian di awal tahun 2026 ini, Pegadaian optimistis mampu memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan melalui transformasi digital yang berkelanjutan dan perluasan akses layanan keuangan inklusif.
Didirikan pada 1 April 1901 di Sukabumi, Jawa Barat, Pegadaian telah berkembang dari lembaga gadai menjadi institusi keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial.
Sejak 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama Bank Rakyat Indonesia dan Permodalan Nasional Madani untuk mendukung pelaku UMKM naik kelas dan memperluas akses pembiayaan.
Pada Desember 2024, Pegadaian juga resmi mengantongi izin usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan, sehingga dapat menjalankan layanan Bank Emas seperti Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga Perdagangan Emas.
Melalui berbagai inovasi dan penguatan ekosistem emas berbasis digital, Pegadaian berkomitmen menjadi pemimpin dalam inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(*)







