Guru Berkarya, Udin Sangkala Ikuti Lomba Menulis Puisi Nasional

BERITAINEWS, MAKASSAR – Semangat berkarya terus ditunjukkan Udin Sangkala, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) UPTD SPF SD Inpres Borong Jambu II, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Kali ini, ia mengikuti Lomba Menulis Puisi Tingkat Nasional yang berlangsung secara daring pada 12–25 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Dunia Literasi bersama Esamedia yang berpusat di Jakarta. Keikutsertaan Udin menjadi salah satu upayanya mengembangkan potensi diri sekaligus memperluas kontribusi sebagai pendidik melalui dunia literasi.

Sebelumnya, Udin juga sempat mendapat kesempatan tampil di Studio RRI Pro 4 Makassar untuk memperkenalkan inovasi bertajuk Inspirasi Pengolahan Sampah di Lingkungan Sekolah. Pengalaman tersebut semakin mendorongnya untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan di berbagai bidang.

Selain menekuni profesi sebagai guru, Udin diketahui memiliki ketertarikan pada olahraga, dakwah, dan penulisan puisi. Ia berharap keikutsertaannya dalam kompetisi tingkat nasional ini dapat menjadi ruang untuk menyalurkan bakat sekaligus meningkatkan kompetensi sebagai tenaga pendidik.

Saat ditemui awak media, Udin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan dan karya-karyanya.

“Terima kasih banyak atas dukungan seluruh rekan yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, terutama keluarga besar Kopleng Azzahra Community, Pak Kasubag, Bu Ketua, Asbar, Rizardi, Adiningrat, Darwin, Eka, dan Nur. Tanpa dukungan kalian, saya tidak bisa sampai di titik ini,” ungkap Udin.

Guru PJOK tersebut juga mempersembahkan karya puisinya secara khusus kepada kedua orang tua, mertua, istri, dan anaknya yang senantiasa memberikan semangat dalam menjalani aktivitas dan mengembangkan potensi diri.

Perjalanan Udin dalam dunia prestasi bukan hanya di bidang literasi. Pada 2018, ia pernah menorehkan prestasi di bidang sepak bola di Jakarta. Kemudian, pada 2025, ia kembali berkiprah dalam olahraga sepak bola jalanan di Nusa Tenggara Barat.

Dalam lomba menulis puisi kali ini, Udin mengangkat tema “Catatan Kecil Seorang Guru” melalui karya berjudul Di Balik Kursi Kelas Kugapai Mimpiku.

Puisi tersebut menggambarkan pergulatan seorang guru dalam mendampingi murid-muridnya meraih cita-cita. Melalui bait-bait yang ditulisnya, Udin ingin menyampaikan bahwa tugas seorang guru bukan sekadar memberikan pengetahuan, melainkan juga menumbuhkan harapan dan membimbing peserta didik menemukan arah masa depan.

Baginya, ruang kelas menyimpan banyak cerita tentang perjuangan, harapan, dan mimpi anak-anak yang sedang tumbuh. Setiap murid memiliki karakter serta perjalanan berbeda yang membutuhkan perhatian dan pendampingan dari seorang pendidik.

Udin berharap karya tersebut dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari prestasi pribadi, tetapi juga dari kemampuannya mengantarkan murid-murid mencapai impian mereka.

“Ini bukan sekadar tentang mendapatkan juara, tetapi bagaimana potensi dan bakat seorang guru bisa tersalurkan. Semoga ke depannya saya bisa terus belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan agar menjadi lebih baik,” tuturnya.

Udin, S.Pd., Gr., yang telah mengenal dunia penulisan puisi sejak duduk di bangku SMA, mengaku tertarik mengangkat tema kehidupan guru karena ingin menggambarkan pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan generasi muda.

Melalui karya Di Balik Kursi Kelas Kugapai Mimpiku, ia berharap pesan tentang perjuangan, ketulusan, dan harapan seorang pendidik dapat menjangkau lebih banyak pembaca. Ia juga ingin menyampaikan bahwa setiap mimpi besar dapat mulai tumbuh dari bangku kelas, melalui bimbingan guru dan semangat belajar para murid.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *