BERITAINEWS, MAKASSAR – Siswa kelas VI SD Islam Athirah Racing Centre mengikuti kegiatan *field trip* bertema “Young Explorers: Journey Through Time” pada Senin (19/10/2026). Kegiatan ini mengajak siswa menjelajahi kekayaan geologi, mengenal bentang alam karst, serta menelusuri jejak kehidupan manusia pada masa prasejarah di kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan menyenangkan. Melalui kunjungan ke sejumlah lokasi bersejarah dan edukatif, siswa diajak memahami materi pelajaran dengan mengamati langsung berbagai objek yang berkaitan dengan sejarah bumi, lingkungan, dan kehidupan manusia pada masa lampau.
Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi Museum Geologi, Taman Batu Karst Maros-Pangkep, dan Sumpang Bita. Ketiga lokasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda, sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai kekayaan alam dan warisan sejarah yang dimiliki Sulawesi Selatan.
Di Museum Geologi, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari sejarah pembentukan bumi serta berbagai kekayaan geologi. Melalui pengamatan terhadap objek yang tersedia, siswa diajak memahami proses alam yang berlangsung selama jutaan tahun dan membentuk kondisi bumi seperti yang dikenal saat ini.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke kawasan Taman Batu Karst Maros-Pangkep. Di lokasi ini, siswa mengenal keunikan bentang alam karst yang terbentuk melalui proses geologi dalam rentang waktu panjang. Mereka juga diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian kawasan karst sebagai bagian dari kekayaan alam yang memiliki nilai ekologis dan edukatif.
Selanjutnya, kunjungan ke Sumpang Bita menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal peninggalan kehidupan prasejarah. Kawasan ini memperkenalkan siswa pada jejak aktivitas manusia pada masa lampau sekaligus memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat terdahulu dan perkembangan peradaban manusia.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengamatan langsung, diskusi, dan pengalaman di lapangan. Metode pembelajaran ini diharapkan dapat membantu mereka menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan fakta yang ditemukan di lingkungan sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis.
Wali kelas VI SD Islam Athirah Racing Centre, Suriati, mengatakan bahwa kegiatan belajar di luar kelas memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Menurutnya, kunjungan ke berbagai lokasi edukatif memungkinkan siswa mendapatkan pengetahuan baru melalui interaksi langsung dengan objek pembelajaran.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, seru, dan tak terlupakan. Setiap tempat yang dikunjungi menghadirkan pengetahuan baru, menambah wawasan, dan menumbuhkan rasa ingin tahu mereka,” ungkap Suriati.
Bagi siswa kelas VI Angkatan ke-9, kegiatan *field trip* ini juga menjadi bagian dari pengalaman belajar yang berharga menjelang akhir masa pendidikan di sekolah dasar. Selain memperkaya pengetahuan tentang geologi dan sejarah, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun kebersamaan, mengembangkan kemandirian, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan warisan budaya.
Melalui tema “Young Explorers: Journey Through Time”, SD Islam Athirah Racing Centre berupaya menghadirkan pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan, pengalaman, dan eksplorasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, menghargai sejarah, serta memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan warisan budaya untuk masa depan.(**)







