Polsek Bontoala: Korban Pengeroyokan Bukan Geng Motor

BERITAINEWS MAKASSAR —Dua pemuda menjadi korban pengeroyokan warga di Jalan Tinumbu, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Insiden tersebut dipicu kesalahpahaman setelah korban diteriaki sebagai anggota geng motor.

Bacaan Lainnya

Kanit Reskrim Polsek Bontoala, Iptu Ilham Anwar, menjelaskan bahwa kedua korban sebenarnya datang ke lokasi untuk bertemu dengan seorang teman guna menyelesaikan persoalan secara damai, bukan melakukan aksi kriminal.

“Korban bukan geng motor. Mereka datang untuk bertemu temannya dengan tujuan berdamai. Namun, karena situasi belakangan ini masyarakat resah dengan maraknya geng motor, ada warga yang berteriak menyebut mereka geng motor sehingga warga lainnya ikut melakukan pengeroyokan,” ujar Iptu Ilham. Selasa,(21/7/26)

Berdasarkan keterangan korban, mereka berangkat menggunakan satu sepeda motor bertiga. Namun, hanya dua orang yang turun menemui temannya, sementara satu lainnya tidak berada di lokasi saat kejadian.

Saat kedua korban sedang berbincang dengan temannya, tiba-tiba terdengar teriakan dari seseorang yang menyebut mereka sebagai anggota geng motor. Teriakan tersebut memicu warga berdatangan dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap kedua korban.

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka-luka. Petugas Polsek Bontoala bersama personel Resmob dan anggota yang berjaga di Pos Mitigasi segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan.

“Kedua korban langsung kami evakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah itu mereka dibawa ke Polsek Bontoala untuk diamankan,” jelasnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi mempertemukan kedua belah pihak bersama keluarga masing-masing. Setelah dilakukan mediasi, mereka sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

“Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai. Jadi kasus ini diselesaikan melalui mediasi dan telah selesai,” kata Iptu Ilham.

Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni dipicu kesalahpahaman akibat adanya provokasi berupa teriakan “geng motor”, padahal korban bukan bagian dari kelompok tersebut.

Berdasarkan identitas yang diperiksa polisi, kedua korban diketahui merupakan warga Panciro, Kabupaten Gowa. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan menyerahkan penanganan dugaan tindak pidana kepada aparat kepolisian. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *