BERITAINEWS, MAKASSAR – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila tingkat SMA Kota Makassar akan melantik kepengurusan periode 2026–2030 pada 10 Oktober 2026.
Pelantikan tersebut untuk pertama kalinya akan dirangkaikan dengan seminar pendidikan, sebagai bagian dari agenda penguatan kapasitas dan kolaborasi guru Pendidikan Pancasila.
Kepengurusan MGMP Pendidikan Pancasila SMA Kota Makassar periode tersebut akan dipimpin Tawakkal Kahar, yang juga menjabat Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar.
Ketua Panitia Pelantikan dan Seminar, Heru Sutanto, mengatakan persiapan kegiatan terus dimatangkan. Panitia juga telah melakukan koordinasi dan audiensi dengan narasumber yang akan mengisi seminar.
“Saat ini panitia sudah mematangkan persiapan pelantikan dan seminar. Sebelumnya juga kita telah melakukan audiensi dengan narasumber,” ujar Heru Sutanto, Guru Pendidikan Pancasila SMAN 9 Makassar, Minggu (27/9/2026).
Ia menjelaskan, prosesi pelantikan akan dilakukan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Maros-Makassar.
Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan seminar pendidikan dengan menghadirkan Ketua Umum PGRI Sulawesi Selatan sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Hasnawi Haris, sebagai narasumber.
Heru mengatakan format kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang baru bagi MGMP Pendidikan Pancasila SMA Kota Makassar.
“Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan MGMP Pendidikan Pancasila, dengan pelantikan yang dirangkaikan dengan seminar pendidikan. Untuk tahun-tahun sebelumnya hanya raker,” jelasnya.
Ketua MGMP Pendidikan Pancasila SMA Kota Makassar, Tawakkal Kahar, mengatakan pelantikan yang dirangkaikan dengan seminar tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas guru sekaligus meningkatkan wawasan, motivasi, dan kompetensi pendidik.
“Selaku Ketua MGMP, saya memandang pelantikan pengurus MGMP yang dirangkaikan dengan seminar pendidikan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis untuk menguatkan solidaritas, memperkuat kapasitas guru, serta memberi nilai tambah berupa peningkatan wawasan, motivasi, dan kompetensi,” ujar Tawakkal.
Ia mengajak seluruh anggota MGMP untuk menjaga kekompakan dan menjadikan organisasi tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pembelajaran.
“Saya berpesan kepada seluruh anggota MGMP agar tetap kompak, aktif bersama, dan menjadikan MGMP sebagai wadah kolaborasi serta berbagi praktik baik demi peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru Pendidikan Pancasila,” katanya.
Pelantikan dan seminar tersebut diharapkan menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru dalam memperkuat kolaborasi dan pengembangan kompetensi guru Pendidikan Pancasila di tingkat SMA Kota Makassar.(**)







